THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Sosial»102 Kasus HIV/AIDS di Aceh


102 Kasus HIV/AIDS di Aceh
Nurul Fajri | The Globe Journal
Kamis, 01 Desember 2011 00:00 WIB

Banda Aceh- Ada 102 kasus HIV/AIDS yang telah di data oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Aceh hingga November 2011.  Dari 102 kasus yang ditangani, sebanyak 23 orang penderita meninggal dunia, sedangkan 76 orang lainnya masih menjalani pengobatan yang ditangani langsung oleh KPAP Aceh.

Dari sejumlah kasus HIV/AIDS yang terjangkit di Aceh, tercatat tiga kabupaten/kota yang paling banyak penderita antara lain Aceh Tamiang, Aceh Besar, dan Aceh Utara. “Dari seluruh Aceh, Tiga kabupaten kota tersebut yang paling banyak penderita HIV/AIDS,” ujar  Ketua Tim Sosialisasi Commite Aceh for Justice and Peace (CAJP), Dewi Mutia pada The Globe Journal, Kamis (1/12).

Dewi mengatakan bahwa penderita AIDS tersebut terjadi arena hubungan seksual seperti hetero seksual, seks bebas, dan penggunaan jarum suntik. “Faktor yang paling banyak itu karena hetero seksual, hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan. Tapi banyak kasus juga karena ada orang Aceh yang pernah tinggal di luar Aceh lalu ketika dia terjangkit AIDS dia kembali ke Aceh,” paparnya.

CAJP dan KPA kabupaten/kota yang ada di Aceh terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mewaspadai virus HIV/AIDS tersebut. Sosialisasi tersebut dilakukan di lembaga permasyarakatan dan dayah modern yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh. “Para tawanan di lapas punya resiko paling tinggi terkena HIV/AIDS. Namun  masih ada 3 lapas di Aceh Tenggara dan Sabang yang belum disosialisasi,” kata Dewi.  Dewi juga mengatakan bahwa resiko terkena HIV/AIDS bisa berasal dari mana saja, dari hungan seksual, jarum suntik, dan juga ibu hamil yang tertular dari suaminya.

Dewi mengatakan bahwa masih ada diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat desa pada penderita HIV/AIDS tersebut. Hal tersebut terjadi karena masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang penularan HIV/AIDS. “Jangankan di pedesaan, di kota saja yang memiliki keterbukaan akses masih ada orang yang kurang paham tentang penularan AIDS. Contohnya polisi. Pernah ada yang menangkap orang yang memakai narkoba, dan begitu dia mengaku terkena AIDS, polisi itu tidak mau lagi menyentuhnya karena takut tertular,” tutur Dewi.

Sampai saat ini ada delapan rumah sakit rujukan untuk para penderita HIV/AIDS, dan untuk akses obatnya masih ditujukan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.  Dewi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk mengurangi terjangkitnya HIV/AIDS di masyarakat. “Jangan tunggu sampai banyak baru diobati. Yang sudah ada langsung obati,”tegasnya.[003]







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close