Banda Aceh- Tarian kolosal yang dibawakan oleh 100 musisi dan penari dari lokal dan internasional dan diiringi oleh tabuhan rapai Meusheu meramaikan acara pembukaan Aceh Internasional Sufi Musik Festival. Tarian kolaborasi yang berjudul "meusandreng meuseuraya" tersebut mampu menghibur penonton hadir dan menyaksikan yang menyaksikan acara pembukaan tersebut.
"Sejak ratusan tahun tarian sufi sudah berkembang. Aceh punya ulama sufi seperti Hamzah Fansuri," ujar Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf saat membuka acara, Jum'at (18/11) malam.
Ditengah-tengah tarian kolosal tersebut, Rafly tampil membawakan lagu zikir ratib. Penampilan Rafly dan gerakan tarian para penari tersebut menambah nuansa sufi di malam pembukaan tersebut.
Lebih dari itu, penampilan dari Ahmad Yahya Zadeh Brother berhasil menghipnotis penonton yang hadir di Lapangan Blang Padang. Tabuhan rapai yang dimainkan oleh Ahmad dan kawan-kawan dari Prancis.
Pukul 23.00 WIB giliran lengkingan suara Mustafa Daud yang diiringi ritme musik sufi yang dibawakan oleh grub musik nasional Debu yang mendapatkan tepuk tangan riuh dari penonton. Grub musik Debu inilah yang dinantikan oleh masyarakat yang hadir di acara pembukaan tersebut. Alunan musik yang menghentak yang dibawakan oleh Debu yang tampil dengan beberapa personil mampu menghipnotis penonton yang hadir dengan lantunan nada dan syair yang memuji Allah swt.
"Kalau kita nyanyi tentang kekasih emang harus semangat," ujar Mustafa, vokalis debu saat mengajak masyarakat kota Banda Aceh ikut bernyanyi menyeru nama Allah.
Debu yang hadir membawakan enam lagu dari lagu-lagu terkenal mereka diantaranya Atas Nama Tuhan, Bahtera, Doa Rakyat, Zikir Allah, dan Ucapkan Lailahailallah dan Jayalah.