THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Rapai Geleng Hentak Singapura


Rapai Geleng Hentak Singapura
Yuli Rahmad | The Globe Journal
Minggu, 03 Juli 2011 00:00 WIB
Singapura — Penampilan Rapai Geleng dan Seudati Tim Seni Banda Aceh, mendapatkan sambutan besar dari warga dan turis Singapura dalam even Enchanting Indonesia 2011 di Orchad Road Singapura. Sajian tarian tradisional Aceh yang tak lain bagian dari promosi Visit Banda Aceh Years 2011 di level internasional

“Animo warga dan turis Singapura terhadap penampilan seni Aceh luar biasa. Bahkan kalau saya lihat lebih besar dari penampilan seni lainnya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi di Singapura Sabtu (2/7).

Wartawan The Globe Journal Yuli Rahmad melaporkan dari Singapura penampilan seni Aceh di Singapura merupakan terobosan baru yang dilakukan Pemkot Banda Aceh, untuk mengenalkan kekayaan budaya Aceh di level internasional. Pemilihan Singapura sebagai medium promosi, tak lain karena Singapura merupakan pintu Asia. Sedikitnya setiap tahun dikunjungi hingga delapan juta pendatang dari berbagai dunia. Artinya, upaya promosi ini langsung berkenaan dengan turis mancanegara yang selalu berburu keindahan dan keunikan kota tertentu.

Hanya saja diakui Reza, momentum Enchanting Indonesia sangat langka bagi Banda Aceh khususnya. Persoalannya tak lain karena pagelaran seni Indonesia di Singapura dibatasi jumlah provinsi yang akan tampil setiap tahun oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Kendati demikian, Reza yakin ke depan Banda Aceh akan membangun terobosan lainnya sehingga kekayaan seni Aceh dapat tampil di berbagai momentum internasional.

“Alhamdulillah kita bisa tampil di Singapura dan membuat turis ingin tahu tentang Banda Aceh. Promosi Banda Aceh di level internasional akan dilakukan berkelanjutan untuk memicu peningkatan kedatangan turis,” ujarnya lagi.

Di luar itu, pihaknya terus meminta partisipasi masyarakat secara kreatif untuk senantiasa mempromosikan Banda Aceh. “Partisipasi masyarakat jelas merupakan kekuatan yang besar dan dapat mempercepat peningkatan jumlah turis di Banda Aceh,” ungkapnya.

Konselor KBRI di Singapura Fachry Sulaiman turut memberikan apresiasi yang lebih besar kepada Banda Aceh. Dikatakannya, sangat disayangkan Banda Aceh baru bisa berpartisipasi dalam Enchanting Indonesia pada 2011 ini. Padahal pagelaran seni dan budaya Indonesia ini sudah dilakukan empat tahun lalu.

Ke depan dia memastikan Banda Aceh akan tampil lagi di Singapura untuk mempromosikan berbagai kekayaan Aceh, khususnya di sektor seni dan budaya untuk memikat turis mancanegara. “Rapai Geleng dan Seudati Banda Aceh luar biasa. Ke depan Banda Aceh perlu tampil lagi,” tuturnya yakin.
Koordinator Komunitas Seni Krak Aceh Sarjev berbangga dengan kebolehan anak asuhnya dalam memukau warga dan turis Singapura. Menurutnya, hal ini tidaklah mudah. Undangan penampilan seni Aceh di Singapura melalui proses yang panjang dalam waktu yang relative singkat. Awalnya dia kesulitan mencari para penari yang dianggap mumpuni dan professional.

Alhasil, dia berupaya mengumpulkan 12 penari dari empat sanggar berbeda yang ada di Banda Aceh. Kelima sanggar yang difasilitasi oleh Sarjev tak lain Sanggar MAN Dayah, Nurul Alam, Cakradonya, dan Cit ka Genta.

Besar harapannya, kuantitas penampilan seni Banda Aceh di level internasional mendatang dapat meningkat lagi. Hal itu tentunya tak mudah mengingat biaya yang dikeluarkan relative tinggi. Namun bukanlah mustahil jika seluruh elemen masyarakat dan pemerintah mampu membangun diplomasi-diplomasi berkelanjutan dengan KBRI di berbagai negara.

“Saya yakin ini menjadi penting dalam rangka menyukseskan Visit Banda Aceh Years 2011 dan dalam menyambut Visit Aceh Years 2013. Jika dilakukan bersama-sama, Banda Aceh bisa tampil di berbagai negara untuk promosi wisata,” tandasnya yang juga seniman Aceh ini.

Terima Penghargaan
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Banda Aceh juga mendapatkan penghargaan dari KBRI di Singapura. Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Tryono Bowo yang hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, dia menyebutkan Indonesia secara umum memiliki jutaan kekayaan seni dan budaya dari Sabang hingga Merauke yang dapat memantik perkembangan sektor pariwisata dalam meningkatkan kualitas pembangunan.

Kepala Dinas pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi yang langsung menerima penghargaan tersebut mengaku ini merupakan hasil kerja semua elemen masyarakat dalam mempromosikan Banda Aceh di level internasional. Tentunya penghargaan ini harus dibarengi dengan kerja keras lainnya untuk mendapakan input pembangun pariwisata yang lebih baik.

Selain berterimakasih kepada seluruh warga Banda Aceh, begitu pula apresiasi kepada Komunitas Seni Krak Aceh, pihaknya juga berharap agar masyarakat memiliki inisiatif yang tertentu dalam menyokong upaya promosi Banda Aceh sebagai pusat wisata dunia.

“Hasil ini tidak terlepas dari keikutsertaan masyarakat. Karenanya kita harus bekerja lebih keras lagi,” tutupnya.

Rangkaian acara Enchanting Indonesia yang digelar di Takashimaya Mall sejak 1-3 Juli 2011 turut dihadiri oleh pejabat Indonesia dan Singapura. Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Tryono Bowo, Menteri Pemuda dan Olahraga Singapura Halimah Yacob, dan sejumlah pejabat lainnya. [003]







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close