THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Negara Belum Standarkan Ejaan Bahasa Aceh


Negara Belum Standarkan Ejaan Bahasa Aceh
Hayatullah | The Globe Journal
Sabtu, 03 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh-Pemerinta Aceh sampai saat ini belum menseragamkan penulisan ejaan dalam Bahasa Aceh secara resmi. Sehingga terjadi ketidakseragaman antara masyarakat dengan media massa, tentang kaidah dalam ejaan Bahasa Aceh.

Hal demikian disampakan oleh Dosen Fkip Universitas Syiah Kuala, Dr. Wildan, M.Pd, pada seminar "Jak Tepeubeutoi Teumuleh Lam Basa Aceh" di Aula Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry, Sabtu (3/12).

"Seperti kita lihat di media massa misalnya ada kolom bahasa Aceh, lain redaktur, lain cara penulisan ejaannya Bahasa Aceh, Itulah yang terjadi, ketidakseragaman antara masyarakat dan media karena pemerintah tidak meresmikan ejaan itu untuk dipedomani," ujar Wildan saat menjadi narasumber.

Wildan menjelaskan, dalam penulisan ejaan bahasa Aceh itu sangat luas kalau ditelusuri. Dalam satu kata atau kalimat bisa diterjemahkan banyak makna, misalnya "Ie kreh Tgk Saiful jeut keu ubat", kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia "Air keris Tgk Saiful bisa jadi obat dan air kemaluan Tgk Saiful bisa jadi obat".

"Itu bisa salah jika tidak benar dalam penempatan tanda-tanda diatas huruf. Identitas suatu kawum adalah karena bahasa, karena bahasa tidak bisa hilang,"tukas Wildan.

Sementara ahli Bahasa Aceh lain yang jadi narasumber juga pada seminar itu, Dr. Abdul Gani Asyik, M.A mengatakan, dalam Bahasa Aceh tidak ada akhiran huruf "B", tetapi huruf "P" di ujung kata, itu kesalahan dari Snock Hogronje, yang mengadopsi Bahasa Arab. contohnya "Gop nyan", bukan "Gob nyan".

"Permasalahan dulu anak Aceh di luar daerah takut menulis surat dalam Bahasa Aceh untuk orang tua, mereka takut salah sehinnga mereka menulis dalam Bahasa Indonesia, ketika surat itu datang, orang tuanya harus cari orang untuk membacanya,".

Seminar itu diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Islam (P3KI).

Kata Ketua Panitia, Hanafiah A. Latif M.A seminar itu dilaksanakan atas dasar keluhan guru-guru di sekolah dalam mengajar Bahasa Aceh. Kurangnya pedoman buku untuk diajarkan, kalau Bahasa Aceh tidak dibudidayakan, dikhawatirkan akan lenyap di Aceh sendiri.[003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close