THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Musik Sufi Memuji Allah


Musik Sufi Memuji Allah
Nurul | The Globe Journal
Minggu, 20 November 2011 00:00 WIB
Banda Aceh- Aceh Internasional Sufi Musik Fesival yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, mampu menghipnotis masyarakat Kota Banda Aceh yang menyaksikan acara tersebut. Perlehatan musik sufi dunia yang mengundang pemusik sufi dari Prancis, Iran, India, Malaysia, Indonesia serta Aceh tersebut ternyata tampil dalam berbagai aliran jenis musik.

“Aliran musiknya beda. Semua bilang musik sufi itu sufi musik, mungkin yang menyatukan semua adalah sufinya yaitu musik yang memuji pada Allah,” ujar Vokalis sekaligus pencipta lagu-lagu Debu, Mustafa pada The Globe Journal, Jum’at malam (18/11).

Menurut Mustafa lagu-lagu yang dibawakan oleh debu juga belum termasuk sufi musik. “Debupun juga kalau orang bilang sufi musik, belum termasuk sufi musik. Tapi kita orang sufi yang main musik,” terangnya.

Dia mengatakan bahwa di tiap negara-negara penganut musik sufi akan ditemukan banyak perbedaan dalam aliran musik yang dimainkannya. Mustafa menjelaskan bahwa aliran musik sufi yang biasanya adalah musik kolosal, tapi jika ditanya genre musiknya maka antara orang Iran, Pakistan, India, dan Indonesia sendiri akan berbeda genre musik sufi yang dibawakannya.

“Di sini (Aceh), Saman itu adalah sufi musik, karena aslinya itu berasal dari tarekat samaniyah. Kalaupun begitu, buat saya yang penting kita muji Allah semua, dari sudut itulah kita satu aliran, tapi kalau jenis musik jauh 100 persen,”papar Mustafa.

Mustafa, selain juga vokalis di grub musik sufi Indonesia, adalah seorang pencipta lagu-lagu yang dibawakan oleh Debu. Menurutnya, orang-orang sekarang mengenal musik sufi sama seperti yang dibawakan oleh orang-orang sufi pada jamannya. Sehingga jika dibandingkan musik sufi di Aceh dengan musik sufi di Pakistan sendiri, aliran dan jenis musik yang dibawakan tentu sangat berbeda. Musik sufi sendiri itu tetap, hanya saja jenis-jenis musiknya itu tergantung negaranya.

 “Sehingga di sini musik  sufinya kayak apa, di Turki beda banget. Debu juga sufi, tapi nggak dianggap sufi oleh negara Turki untuk jenis musiknya, tapi dari pemahamannya kita termasuk. Yang menjadikan satu adalah sufinya,” jelas Mustafa di belakang panggung.

Saat diwawancara oleh The Globe Journal sebelum tampil di depan ratusan masyarakat Kota Banda Aceh, Jum’at (18/11) malam, Mustafa merasa sangat dengan terwujudnya acara festival musik sufi tersebut, karena acara ini juga sudah lama dirancangnya bersama Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar. “Waktu saya dengar acara ini terwujud, saya sangat senang. Dan satu bulan yang lalu saya juga diminta sama Rafly untuk bantu dalam pemanggilan artis-artisnya,” ungkapnya.

Debu tampil dengan enam personil di malam pembukaan Aceh Internasional Sufi Musik Festival tersebut. Namun walaupun demikian, lantunan syair-syair yang diciptakan oleh Mustafa tersebut mampu menghibur masyarakat yang memenuhi Lapangan Blang Padang pada malam itu. “Kita dikasih jatah 30 menit untuk tampil. Tapi sebenarnya kasian dengan pendengarnya, karena enaknya itu sampai satu jam, tapi nggak apa-apalah,” ujar Mustafa sebelum tampil.

“Kalau lagu yang saya bikin harapannya satu, kita mau mengingatkan orang pada Allah. Kita muji Allah, bagi  yang mau menikmati ayo, yang ngak juga ayo, nggak dipaksakan. Pokoknya sama-sama menikmatilah. Menikmati dan mengingat pada Allah, itu dasarnya lagu-lagu sufi,” harap Mustafa.

Lagu-lagu Debu yang dikemas apik dengan instrumen musik sufi adalah ungkapan rasa cinta kepada Allah. Salah satu lagu Debu di album pertaman dan keduanya yaitu seperti ‘cinta saja’ dan ‘mabuk cinta’ itu dimaksudkan bahwa manusia ini adalah orang-orang yang mabuk cinta. Bagi siapa saja yang mabuk cinta ilahi,  siapapun yang datang dihadapannya adalah penjelmaan cinta ilahinya.

“Itu saja! Orang yang mabuk cinta itu, apapun yang jelek, yang baik semua sama,” kata Mustafa.






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close