THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Malam ini, 40 Warga Taiwan Dialog di Gayo


Malam ini, 40 Warga Taiwan Dialog di Gayo
Khalisuddin
Minggu, 20 Desember 2009 00:00 WIB
Takengen-Malam ini (20/12), 40 orang dari perwakilan 5 suku asli dari pegunungan Taiwan pulau Formosa direncanakan berdialog dengan sejumlah tokoh pemerhati sejarah dan budaya Gayo.

Dialog yang digagas Pengguna Linux Takengon (Pelita) yang diketuai Irhaman ini membahas upaya pelestarian bahasa, pemanfaatan kekayaan khazanah budaya Gayo sebagai daya tarik wisatawan serta membahas dugaan adanya hubungan kekerabatan antar suku-suku di pulau Formosa yang memiliki sejumlah kesamaan dengan Urang Gayo Provinsi Aceh. 

Dalam undangan yang diterima The Globe Journal, Minggu (20/12) pagi, disebutkan bahwa terdapat sejumlah kesamaan antara suku-suku di pegunungan Taiwan dengan urang Gayo. Diantaranya, sama-sama bernasib sebagai minoritas, punya masalah dalam hal suku dan bahasa yang terancam punah. Sama-sama berasal dari bangsa Austronesia dan memiliki sejumlah kosakata bahasa yang sama baik dalam penyebutan maupun maknanya.

Menurut salah seorang pengurus Pelita yang sudah pernah berkunjung ke Taiwan, Zulfikar Ahmad (20/12), kedatangan warga Taiwan yang merupakan mahasiswa dari Taiwan Indigenous College (TIC) tersebut  dalam  misi studi banding pengembangan wisata seni dan budaya. “Mereka telah sukses mengelola potensi alam dan budaya suku Bunun, penduduk asli Taiwan sebagai daya tarik wisata yang dimulai sekitar 10 tahun lalu,” ujar Zulfikar yang berharap dapat melakukan pola yang sama dengan TIC tersebut.

Disamping kata Zulfikar, sejumlah tokoh muda pemerhati adat budaya, lingkungan dan pariwisata juga diundang. “Pertemuan yang sifatnya bersilaturrahmi tersebut direncanakan juga akan dihadiri Bupati Aceh Tengah dan sejumlah pejabat Pemkab Aceh Tengah lainnya. Seorang tokoh Gayo berkewarganegaraan asing yang pulang kampung, Yusra Habib Abdul Gani diwacanakan ikut dalam acara tersebut,” kata Zulfikar.

Harapan Zulfikar dalam pertemuan tersebut juga mulai terungkap terkait adanya hubungan kekerabatan suku-suku di pegunungan Taiwan dengan Urang Gayo. “Mudah-mudahan acara ini nantinya dapat bermanfaat dan menjadi salah satu bahan yang dibicarakan pada Konferensi Gayo Sedunia pada pertengahan tahun depan,” pungkas Zulfikar Ahmad yang sebenarnya bukan beretnis Gayo tapi sangat getol menggali potensi-potensi budaya dan pariwisata Gayo ini. [003]







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close