Mahasiswa Gelar Malam Budaya Aceh-Sunda di Bandung
Junaidi | The Globe Journal
Rabu, 23 Desember 2009 00:00 WIB
Banda Aceh — Dalam rangka memperingati lima tahun musibah gempa dan tsunami, Mahasiswa Aceh di Bandung bekerjasama dengan Mahasiswa Sunda (Damas) pada Sabtu (26/12) menggelar Malam Budaya Aceh-Sunda di Bandung. “Acara yang bertema Senyum Rakyat Aceh untuk Bangkit Kembali (Serambi) ini dipusatkan di Dago Tie House Bandung pada pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai serta terbuka untuk umum,” kata Ketua Panitia, Safrizal di kepada The Globe Journal, Rabu (23/12).
Menurut Safrizal, kegiatan bentuk persaudaraan masyarakat Aceh perantauan dengan penduduk asli Sunda ini ikut manampilkan sejumlah representasi tarian-tarian kebangkitan pascatsunami, antara lain ratoh duek, ranup lampuan, theatrical performance, music etnis sunda, likok pulo, rampak geundang dan theatrical tsunami. “Ini menjadi bentuk keikutsertaan masyarakat Aceh di Bandung dalam memperingati lima tahun musibah besar 26 Desembar 2004 yang telah memporak-porandakan dan hilangnya ratusan ribu nyawa serta sebagai simbol bangkitnya kembali rakyat Aceh dari keterpurukan, ” tambahnya.
Selain akan diisi oleh sanggar tarian Aceh yang ada di Kota Bandung, acara ini juga mengundang grup kesenian lainnya seperti Sanggar Seni Seulawet IAIN Ar-Raniry Kota Banda Aceh dan Group Hikayat Putri dari Yogyakarta.
Safrizal menyebutkan, malam Budaya Aceh-Sunda dijadwalkan akan dibuka Perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini juga ikut memperkenalkan sejumlah kesenian Bumi Iskandar Muda kepada masyarakat Bumi Padjadjaran. “Masyarakat Aceh dan Sunda memiliki hubungan yang sangat erat, ini terbukti dari terjalinnya MoU pada tahun 2002-2004 mengenai kerjasama perekonomian dan budaya. Selain itu Jawa Barat juga pernah mengalami musibah tsunami Pangandaran pada 2006 lalu,” ujar ketua panitia pelaksana.[003]