Banda Aceh - Scream, Magic Master of Aceh tampil memukau pada peresmian “Studio Magic Cup2 Wow2 dan kantor Scream” di Jln T. Umar, Rabu (21/9) Malam. Pertunjukan mereka membuat para penonton ketakutan menyaksikan atraksinya . Aditya sebagai Magician of Aceh itu menaruh lehernya di atas mata pedang yang tajam, lalu disuruh injak pada salah seorang penonton, tetapi tidak sedikit pun membuat kulitnya luka atau pun berdarah.
Pertunjukan yang dimainkan itu tidak menggunakan ilmu hitam kata Aditya. Dirinya sudah menyukai dunia magician semenjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan kawan-kawannya karena hobi. Lalu Aditya belajar ke Jakarta untuk mengembangkan hobinya tersebut, dan sekarang sudah enam tahun dirinya di dunia sulap.
“Ini adalah aura saya, dan saya mainkan adalah untuk menghibur masyarakat saja. Disaat kami pergi, terkesan kami memakai sihir, padahal tidak, ” kata aditya kepada the globe journal.
Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banda Aceh, Reza Fahlevi yang meresmikan Sudio Magic itu mengatakan dirinya sangat mendukung dengan kreatifitas anak-anak muda seperti itu. “Yang penting apa yang mereka lakukan itu positif, kita sangat mendukung,” kata Reza Fahlevi.
Memurut Reza, magic itu adalah warisan tradisi orang Aceh. Meskipun banyak yang mereka tampilkan itu magic modern, akan tetapi ada terkandung nilai budaya Aceh lokal.
Sementara ketua Scream, Ahmad, menjelaskan, pengadaan Studio Magic itu awal termotivasi saat duduk di kafe bersama teman-temannya. Kemudia mereka sepakat membuat satu tempat khusus untuk para pecinta magic, dimana di tempat tersebut bisa mereka mengajarka magic bagi siapa saja yang berkeinginan untuk belajar.
“Kita di sini mengajarkan anak-anak muda yang mau belajar magic, daripada mereka ke tempat-tempat yang tidak bak lebih baik kesini. Dan sekarang anggota kami sudah mencapai 25 orang di Banda Aceh,” ungkap Ahmad.[003]