THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Kontes Putri Tidak Bertentangan dengan Budaya Aceh


Kontes Putri Tidak Bertentangan dengan Budaya Aceh
Kamis, 21 Juli 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Pelaksanaan Pemilihan Putri Indonesia Aceh, sepertinya tidak perlu di perdebatkan lagi, karena semua yang di tampilkan pada kontes pemilihan tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan instrumen budaya Aceh yang notabene sebagai budaya islam

 Hal itu disampaikan Dr. Abdul Rani Usman, Msi Pakar Budaya Aceh disela-sela menghadiri acara penutupan pelatihan pembekalan khatib/mubaliqh se-Aceh yang di selenggarakan Dinas Syariat Islam Aceh, kamis (21/7) di Banda Aceh

 Doktor Komunikasi antar Budaya, pelaksanan PPI Aceh cukup bagus, mengingat ini merupakan bahagian promosi busana aceh yang begitu unik, jarang kita temui setiap kontes pemilihan putri indonesia memakai jilbab. Apalagi adanya baca Al-Quran. “Saya kira ini sama sekali tidak bertentangan dengan penerapan syariat islam di Aceh, jika PPI Aceh ini tidak mengadopsi budaya Aceh, saya orang pertama mendorong Dinas Kebudayaan dan Parawista Aceh untuk mencabut izin, tambah Abdul Rani dalam pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Kamis (21/7).

 Abdul Rani, juga mempertanyakan kepada lembaga yang yang memprotes pelaksanaan ini, dimananya dalam pelaksanaan PPI Aceh yang bertentangan dengan syariat islam di Aceh, disegi pakaian saya rasa tidak berlebihan, pakai lipstik itu hal yang biasa bagi perempuan. Yang penting busana yang di tampilkan itu bagus, sopan, rapi dan tidak mencerminkan yang dapat merusakan nilai-nilai budaya islam itu sendiri, sebut dosen IAIN A-Raniry

 Islam itu rahmatanlil a’lamin, jadi jangan di artikan islam di aceh itu sempit, islam di Aceh itu universal, yang sangat penting islam di Aceh jangan menakutkan, tidak menjadi hambatan bagi orang luar unutuk Aceh, tambahnya. “Pelaksanaan PPI Aceh bisa saja dilanjutkan, tidak perlu mencabut izin, sebab inilah keunikan yang di miliki busana Aceh dibandingkan dengan dunia Arab, sebaikyan kita perlu klaim tentang pelaksanaan PPI Aceh karena bertentangan dengan budaya Aceh, imbuhnya

 Abdul Rani, menambahkan, jangan serta merta mempersulitkan arti penerapan syariat islam, justru syariat islam itu memberikan peluang yang sangat bebas untuk kita menuntun dan menerapkan nilai-nilai budaya islam itu sendiri, seperti kontes ini sudah mengikuti kearifan lokal budaya aceh, tidak perlu di perdebatkan lagi.

 









Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close