Banda Aceh — Penanggung jawab Aceh International Sufi Music, Rafly kepada The Globe Journal, Senin (14/11) tadi siang mengatakan festival music sufi ini murni didanai oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta.
Rafly tidak ingat berapa jumlah dana yang dibantu oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata itu. Festival ini berlangsung selama dua hari, yaitu 18-19 November yang diikuti oleh Negara Francis, India, Iran, Malaysia dan Indonesia.
Dalam festival ini tidak ada hadiah juara satu dan dua yang akan diberikan. Festival ini merupakan pergelaran music-music keagamaan dan terbuka untuk umum. Apalagi festival ini dilaksanakan di Lapangan Blang Padang.
Ia mengaku sebagai perintis kegiatan ini. Awalnya kegiatan ini sudah lama direncanakan dan selalu disampaikan agar kegiatan ini bisa berlangsung di Aceh. “Pihaknya mengharapkan agar kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun di Aceh,” pungkas Rafly. Festival ini juga sebagai promosi wisata dan budaya di daerah paling ujung Pulau Sumatera ini.
Secara terpisah, Ayi Sarjev kepada The Globe Journal, senin siang tadi melalui selulernya mengatakan festival ini akan dibuka oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan akan ditutup oleh Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar. [003]