Jumlah Masjid dan Gereja di Aceh Tenggara Sebanding
Bahriar Syah | The Globe Journal
Jum`at, 15 Januari 2010 00:00 WIB
Banda Aceh — Komisi G Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang membidangi masalah Agama dan Kebudayaan meminta Pemerintah Aceh untuk focus dan memberi perhatian pada dua hal ini.
“Karena kedua hal tersebut berkaitan langsung dengan bagian dari keistimewaan Aceh, dimana agama dan adapt istiadat serta budaya Aceh dapat bersinergi,” ujar Ketua Komisi G DPRA, Tgk H Muhammad Wali Alkhalidi, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (15/1).
Didampingi sejumlah anggota Komisi G lainnya seperti Ilham Ilyas, Tgk Moharriadi, Jemarin, dan Syafii Hamzah, Wali memaparkan sejumlah program serta anggaran yang diusulkan oleh badan atau dinas dalam Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) kepada Komisi G pada pertemuan sebelumnya.
Yang pertama, menurut Wali yang akrab dipanggil Waled, adalah tentang perhatian terhadap da’i di kawasan perbatasan Aceh. “Insentif bagi mereka ini masih sangat minim, dan hal ini justru sangat memprihatinkan bila mengingat tugas para da’i tersebut memang agak berat,” ujar Waled.
Waled menyinggung, sejumlah SKPA yang membawahi bidang agama dan kebudayaan justru mengusulkan program yang masih kurang rasional dengan anggaran yang ada. “Sementara hal-hal seperti ini kurang di[perhatikan, padahal kita sudah punya keistimewaan,” kata dia.
Sementara itu, anggota Komisi G , Moharriadi menyampaikan, selain masalah da’i di perbatasan, Pemerintah Aceh perlu juga untuk memperkuat kembali yang disebut Pageu Gampong. “Hal ini bertujuan agar adat dan istiadat Aceh tetap terjaga mulai dari tingkat Gampong hingga Propinsi,” jelas dia.
Moharriadi yang juga politisi dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) menyebutkan, bagi Aceh, agama dan budaya adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dan harus saling sinkron. “Selain pemberdayaan bagi para da’i, imam gampong dan perangkat gampong lainya harus didukung oleh pemerintah,” tegas dia.
Senada itu, anggota Komisi G lainnya, Ilham menuturkan, di wilayah Aceh Tenggara yang masuk perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, perbandingan mesjid dan gereja hampir 50-50. “Kalau ini tidak ada perhatian khusus, niscaya keistimewaan Aceh akan semakin memudar,” pukas Ilham.[003]
Redaksi: Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25