THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Hotel di Jawa Harus Bunyikan Gamelan, Kiban Hotel di Aceh, Na Serunei Kalee?


Hotel di Jawa Harus Bunyikan Gamelan, Kiban Hotel di Aceh, Na Serunei Kalee?
Kamis, 24 November 2011 00:00 WIB
Solo - Hotel atau tempat penginapan yang ada di Solo diminta setiap hari bisa mengumandangkan instrumen gending-gending gamelan Jawa, kata Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta Widdi Srihanto kepada wartawan di Solo, Kamis.

Kebijakan itu, kata Widdi Srihanto dimaksudkan agar para wisatawan yang bermalam di hotel atau tempat penginapan merasakan suasana khas di Solo.

Surat edaran mengenai program tersebut telah disiapkan tinggal menunggu persetujuan oleh Sekda Pemkot Surakarta Budi Suharto. "Surat itu hari ini kami ajukan dan apabila disetujui akan langsung saya edarkan di hotel-hotel dan tempat penginapan," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta.

Ia mengatakan, kebijakan memperdengarkan instrumen gamelan Jawa ini penting mengingat citra Solo sebagai kota budaya. Apalagi banyak hotel berbintang di Solo merupakan milik investor yang masuk jaringan hotel nasional/internasional.

Kebijakan ini tidak khusus untuk hotel berbintang, tetapi juga melati dan bahkan tempat penginapan biasa juga harus mengumandangkan musik instrumen gamelan Jawa.

Melalui gending-gending yang diperdengarkan, dirinya berharap tamu dan wisatawan yang menginap merasakan kuatnya suasana Solo di hotel. "Bahkan saya percaya, setelah mendengar klenengan mereka tambah betah tinggal di Solo. Solo kan kota budaya, harus ada ciri khas yang diperdengarkan," katanya.

Terkait mekanismenya, Widdi mengatakan surat edaran ini tidak mengaturnya. Pengusaha hotel dan penginapan boleh memperdengarkan musik khas Jawa Tengah ini melalui kaset atau compac disk.

"Syukur-syukur gamelannya `live` sehingga kalau turis asing menginap di hotel itu bisa sekalian belajar atau tanya-tanya. Yang jelas, kami minta setiap hari mereka nyetel klenengan. Terserah kalau mau diatur jam-jamnya, tapi setiap hari ada," katanya.

Disinggung tentang sanksi, ia mengatakan, tidak ada. Dirinya berharap tanpa ada sanksi, kesadaran para pengusaha hotel dan penginapan memperdengarkan instrumental Jawa meningkat. Pasalnya selama ini, masih banyak tempat usaha itu yang belum melakukannya.

"Kelihatannya sepele, tapi ini sangat penting. Saya percaya ini akan berimbas pada meningkatnya kunjungan hotel juga wisata di Solo," katanya.

[antara]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close