Banda Aceh-Ratusan umat Tionghoa dari berbagai daerah memperingati lima tahun bencana Gempa dan Tsunami di kuburan massal Lambaro Aceh Besar dan kuburan massal Ulee Lheue, Minggu (20/12) pagi, dengan menghadirkan sembilan Biksu dan tiga Biksuni dari Taiwan dan Sumatra Utara.
Upacara dimulai pada pukul 07.00 wib di kuburan massa Lambaro dan diteruskan di kuburan massa Ulee Lheue yang dihadiri Kakanwil Depag Aceh, dan Kapoltabes Banda Aceh. Mereka yang beragama Budha menggelar doa bersama dan tabur bunga yang diakhiri dengan pelepasan tiga ratus Lintera kelaut lepas Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh oleh keluarga korban yang terkena bencana Gempa dan Tsunami.
Menurut salah seorang umat Dewina (40) usai upacara doa bersama menjelaskan, pihaknya baru kali melaksanakan doa bersama di kuburan massal korban Tsunami, sebelumnya tidak ada upacara dengan kemeriahan seperti saat ini. “Saya sangat terharu pada peringatan lima tahun bencana Gempa dan Tsunami di Aceh yang diperingati hari ini, karena pada 26 Desember 2004 lalu keluarga saya juga mengalami musibah yang sangat berat, dua anak saya dan suami saya menjadi korban keganasan air laut yang meluap kedarat pada waktu itu”, katanya
Dia berharap peringatan bencana tersebut, bisa terlaksana setiap tahun karena yang menjadi korban pada musibah tersebut berasal dari seluruh umat beragama, sehingga peringatan ini bisa dilaksanakan oleh semua umat beragama, karena musibah itu telah menjadi bencana Nasional.[003]
Redaksi: Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25