THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»Diterbitkan Buku Kursi Perdamaian untuk SBY


Diterbitkan Buku Kursi Perdamaian untuk SBY
Khalisuddin | The Globe Journal
Selasa, 03 November 2009 00:00 WIB
Takengon-Kisah perjalanan Malio Adnan, sang pengrajin Kayu Grupel, kayu antik dari Gayo makin panjang. Setelah sukses membawa nama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Aceh pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V lalu yang menjadi salah satu stand pameran pilihan pihak kepresidenan RI untuk dikunjungi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Kini Malio dengan pendampingan pihak Yayasan Mata Air Jernih pimpinan LK Ara, penyair nasional asal Gayo, dalam beberapa hari kedepan dijadwalkan akan bertemu SBY.

Dalam upaya mengabadikan kisah perjalanan Malio dengan hasil karya terpopulernya, seri “Kursi Perdamaian”, LK Ara dan Nurdin F Joes, Kabag Humas Setdaprov Aceh menyusun sebuah buku bertajuk “Kursi Perdamaian untuk SBY”.

Menurut LK Ara, Selasa (3/11) dini hari, penerbitan buku tersebut bertujuan untuk menjadi bahan referensi atau pengantar bagi karya seniman Malio Adnan. “Dalam buku tersebut kita tampilkan kisah-kisah perjalanan hidup Malio Adnan berupa tulisan dan foto karya wartawan yang pernah meliputnya” jelas LK Ara.

Dikatakan LK Ara, buku tersebut juga sebagai bentuk penghargaan terhadap rekan-rekan wartawan yang dinilai Malio telah berjasa menjadi penyangga kesuksesan Malio hingga bertemu sejumlah tokoh, dari Irwandi Yusuf hingga SBY. LK Ara menyampaikan terima kasih dan pujiannya terhadap wartawan-wartawan. “Tanpa pemberitaan di media, mungkin Malio yang kaya karya seni ukir berbahan limbah kayu Grupel tidak berarti apa-apa. Saya juga acungi jempol terhadap kekuatan media online Aceh seperti The Globe Journal,” ujar LK Ara.

Buku yang pencetakannya disponsori Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Aceh dan Universitas Serambi Mekkah tersebut juga memuat syair dan puisi tentang damai karya seniman Aceh seperti Al Yacob dengan judul Gerupel, Nurdin F Joes (Siapa yang Bakar Tanah Kami, Jalan Merdeka), Sukri S Gobal (Kursi Perdamaian), TS Ratnawangsa (Perdamaian), Din Do Rahman (Damai Lestari), Rosni Idham (Sepatutnya Aku Tak Disini, Kita Adalah Bersaudara), D Kemalawati (Ketika Damai, Definisi Perdamaian, Matahari Pagi di Negeri Tsunami) dan syair karya LK Ara sendiri (Akar Tua di Museum, Malio Namaku).

Dalam kata pengantar dari Kepala Badan Arsip Dan Perpustakaan Provinsi Aceh, Drs Kamaruddin MSi yang tertera pada lembaran depan buku tersebut disebutkan Buku “Kursi Pedamaian untuk SBY” disusun untuk mengiringi penyerahan Kursi Perdamaian untuk presiden SBY. “Usaha pendokumentasian yang dilakukan LK Ara dan Nurdin F Joes sangat berharga. Ternyata seorang rakyat kecil miskin seperti  Malio berniat dan berpikir untuk memberikan sedikit kegembiraan kepada pucuk negeri ini,” tulis Kamaruddin.[003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close