
Lhokseumawe — Pameran North Aceh Expo (NAE) III 2009, yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Lhokseumawe ternyata tidak hanya menampilkan hasil-hasil pertanian atau produk lokal yang bertujuan untuk menarik minat investor, namun juga menjadi ajang penampilan pentas seni berbagai kesenian daerah.
Selama penyelenggaran NAE 2009, hingga memasuki malam kelima, Senin(14/12) malam sejumlah sanggar dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara telah menampilkan kesenian,mulai dari tarian hingga dikee Aceh di panggung milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara mendapat perhatian khusus pengunjung.
Pengunjung yang rata-rata haus akan hiburan, seakan terobati dengan menyaksikan acara hiburan berupa pentas seni khas Aceh Utara yang dilangsungkan di pelataran parkir pameran.
“Setelah capek berjalan-jalan, apalagi ini udah malam apa salahnya menonton pentas seni,” ujar Halimah, seorang ibu rumah tangga.
Ibu dua orang anak yang tinggal di Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe ini mengakui, dirinya memang baru sekali mengunjungi arena pameran NAE dan agak sedikit terhibur dengan penampilan tari-tarian di pentas seni tersebut.
Senada itu, Munadi penduduk Gandapura,Bireuen mengatakan, pentas seni yang digelar selama pameran memberikan nuansa hiburan yang mengangkat budaya seni daerah.
“Cocok memang digelarnya bersamaan dengan Pameran, selain hasil komoditas pertanian yang ditujuankan untuk menarik investor, maka kesenian daerah untuk membuat masyarakat lebih mencintai budayanya,” papar Munadi.
Amatan The Globe Journal, pentas seni yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB, mampu menyedot perhatian pengunjung meskipun mereka harus berdesak-desakan mengingat lokasi yang agak sempit.
“Tempat sempitbukan masalah asal bisa menyaksikan berbagai kesenian daerah seperti Rapa’i, Seudati, hingga Tari Saman yang umumnya dimainkan oleh para pelajar,” sebut Munadi.
[001]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas