SerambiSeni-BudayaBudayawan Indonesia Jadi Juri Lomba Puisi di Banda Aceh
Budayawan Indonesia Jadi Juri Lomba Puisi di Banda Aceh
Jum`at, 03 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Budayawan Indonesia Hudan Hidayat dan Handoko F Zainsam bersama sastrawan Aceh Herman RN jadi juri Lomba Puisi Pulang Melawan Lupa, karya penyair Zhu terbitan Lapena. Event sastra di awal tahun ini dilaksanakan di Jambo Kupi Apa Kaoy Banda Aceh.
Ketua Lapena Helmi Hass, Jumat (3/2), mengatakan Hudan Hidayat adalah seorang esais dan novelis dari Jakarta. Huda, kata Helmi, kini mengelola "Sesudah sastra - Jurnal Sastra tuhan Hudan’, yaitu sebuah media yang menyediakan diri untuk sebuah permainan wacana dalam sastra.
“Hudan yang menjadi juri berpendapat bahwa tokoh sastra Indonesia dan dunia diletakkan ke dalam tingkatan yang sama dengan mereka yang menggeluti sastra. Bahwa dalam sastra orang berhak mendapatkan tempatnya yang sama,"ulangnya mengutip pernyataan Hudan.
Juri seorang lagi, kata Helmi adalah Handoko F Zainsam. Menurutnya, Handoko penggagas dan pendiri Komunitas Mata Aksara, Jakarta yang menulis novel “I’m Still A Woman–Perempuan Dalam Dua Tanda" Kurung serta beberapa buku lain.
Salah seorang juri Herman RN, penerima anugrah Cerpen terbaik Harian Kompas 2010, mengatakan lomba puisi tersebut diikuti 60 orang dari seluruh Aceh dan acara akan ditutup dengan peluncuran buku Puisi Pulang Melawan Lupa karangan Penyair Zhu dan pembagian hadiah untuk pemenang.
“Acara ini merupakan salah satu usaha para budayawan Aceh dalam membangun budaya dan peradaban bangsa, khususnya bidang sastra sekaligus menyambung kejayaan sastra Aceh yang dibangun oleh Syeh Hamzah Fanshuri,” kata Herman.[rel]