Bireuen-Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang Dalam Sejarah Dua Bangsa bertempat di Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen pada Kamis (8/12). Dasar pelaksanaan seminar itu adalah adanya faktor jalinan historis dan kesamaan serta rasa persaudaraan yang erat antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Demikian disebutkan Kabag Humas Setdakab Bireuen Salahuddin, Rabu (7/12)
Katanya, disamping itu keterkaitan antara Aceh dan Malaysia melalui sosok Tun Sri Lanang juga menjadi titik awal dari upaya pengkajian sejarah Aceh dan Malaysia yang pada hakekatnya merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia secara menyeluruh.
"Atas dasar itu pula maka Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, melalui Direktorat Nilai Sejarah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Bireuen, Masyarakat Sejarawan Indonesia, dan Yayasan Tun Sri Lanang memprakarsai seminar tersebut," jelas Salahuddin.
Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 450 peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang terdiri dari akademisi, sejarawan, guru, peneliti, mahasiswa, jurnalis dan pemerhati sejarah. Sedangkan pembicara pada acara ini berasal dari Indonesia, Malaysia dan Singapura yang berkompeten dalam membahas sejarah ketokohan Tun Sri Lanang.
Lebih lanjut sebutnya,, manfaat dari acara ini antara lain adalah untuk mempererat hubungan kedua bangsa yang saling percaya, menghormati dan terbuka dan mendorong semakin meningkatnya jumlah destinasi wisata dan wisatawan, serta memotivasi Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan jumlah dan kualitas event-event kepariwisataan berbasis sejarah dan budaya sebagai daya tarik pariwisata, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.[003]