
Banda Aceh - Masyarakat Tionghoa kecewa pada Departemen Agama di Banda Aceh. Pasalnya mengenang lima tahun tsunami yang diadakan esok pada Minggu (20/12) oleh masyarakat Tionghoa di beberapa lokasi kuburan massal korban tsunami tidak dizinkan mengadakan atraksi Barongsai.
Menurut Ketua Panitia upacara masyarakat Tionghoa Yuswar, Sabtu (19/12) pihaknya telah mengajukan permohonan kepada berbagai petinggi pemerintahan di Banda Aceh, yakni Walikota, Kapoltabes, Dandim.
Mereka telah menyetujui mengenang tsunami akan digelar atraksi Sembilan Barongsai yang didatangkan dari Sumatera Utara. Namun pada permintaan izin terakhir di Kantor Wilayah Departemen Agama tidak disetujui dengan berbagai alasan terkait Aceh merupakan daerah Syariat Islam. “Kami sangat kecewa terhadap Kakanwil Depag, padahal Barongsai merupakan suatu budaya Tionghoa yang bertujuan untuk menenteramkan arwah korban Tsunami yang masih gentayangan”, katanya.
Yuswar menyebutkan, jika diizinkan sembilan Barongsai dengan variasi sembilan warna didatangkan untuk mengiringi doa para etnis Tionghoa di kuburan massal Desa Lambaro Aceh Besar dan kuburan massal di Ulee Lheue besok.
Meski tidak diizinkan menyelenggarakan atraksi Barongsai, “Kami akan tetap melaksanakan peringatan Tsunami yang dimulai pukul 08.00 wib hingga sore hari, diawali pada kuburan massal Lambaro dengan tabur bunga dan selanjutnya di kuburan Ulee Lheue”, kata Yuswar.[003]
Selain itu, masyarakat Tionghoa juga akan melepas lentera atau pelita ke dalam laut di Pelabuhan Ulee Lheue, kegiatan tersebut dilakukan lebih awal dari tanggal semestinya supaya tidak beradu dengan peringatan umat muslim yang akan di selenggarakan pada tanggal 26 Desember 2009.
[001]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas