Banda Aceh - Untuk membangun karakter kewirausahaan harus terus dibangun dari dalam diri orang Aceh apalagi karakter dan budaya saudagar sudah tertanam dalam diri masyarakat Aceh. Sekarang bagai mana orang Aceh menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman seperti teknologi saat ini.
Demikian kata ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pusat, Erwin Aksa kepada wartawan beberapa saat setelah menghadiri Musyawarah Daerah (MUSDA) XI di Banda Aceh, Rabu (28/9).
Erwin menjelaskan banyak yang sekali potensi-potensi daerah dan sumber-sumber daya alam Aceh yang belum dikelola dengan baik oleh masyarakat. “Itu seharusnya didorong untuk lebih cepat lagi sehingga nantinya masyarakat Aceh akan lebih makmur dan sejahtera dibanding dengan daerah-daerah lain yang tidak memiliki sumber daya alam seperti Aceh,”ungkap Erwin.
Selain itu kata Erwin, HIPMI selama ini telah melakukan pembinaan terhadap pengusaha-pengusaha muda yang ingin belajar menjadi pengusaha. Pihaknya telah melakukan itu secara terus menerus melalui HIPMI perguruan tinggi. Disetiap kampus mereka mencoba untuk mendorong ribuan mahasiswa untuk membuka diri supaya mau menggeluti dunia usaha, karena sebagian mahasiswa takut untuk memulai.
“Kita mengajak mereka untuk membuka diri, ini sudah dilakukan di beberapa tempat dan sudah banyak yang berhasil, dalam artian mereka sudah mulai membuka diri secara kecil-kecilan. Mudah-mudahan sauatu saat nanti mereka bisa membuka perusahaan yang lebih besar,”tukas Erwin.