THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Seni-Budaya»17 Januari, Saman Gayo Diadu di Lokop


17 Januari, Saman Gayo Diadu di Lokop
Khalisuddin | The Globe Journal
Kamis, 14 Januari 2010 00:00 WIB
Lokop Serbejadi-Selama 3 hari 3 malam, 17-19 Januari 2010 mendatang kesenian Saman orisinal Gayo dan Bines direncanakan akan digelar di pedalaman Aceh Timur, Lokop Serbejadi dalam rangkaian kunjungan balasan warga Pining Kabupaten Gayo Lues ke bumi Galena (timah hitam) tersebut.

Salah seorang panitia penyelenggara kegiatan budaya tersebut, Rahmat kepada The Globe Journal, Kamis (14/1) menyatakan tujuan kegiatan tersebut dalam upaya menjalin silaturrahmi kedua komunitas Gayo berbeda kabupaten tersebut sekaligus pelestarian seni budaya Gayo.

“Agenda seni budaya Gayo ini merupakan kunjungan balasan dari warga Pining Gayo Lues karena setahun lalu warga Lokop yang berkunjung Pining. Saat itu rombongan dari Pining langsung dipimpin wakil Bupati Gayo Lues saat itu,” kata Rahmat.

 Acara ini sangat jarang terjadi, bahkan belum tentu terjadi dalam kurun 5 tahun. Kelihaian warga Lokop dan Pining dalam memainkan Saman Gayo akan diadu di even tersebut, jelas Rahmat lebih lanjut.

Seorang warga Lukup lainnya yang berdomisili di Lokop sejak dua tahun belakangan ini, Win Kebet menyatakan kegiatan tersebut sangat unik dan langka terjadi di Aceh, khususnya di Gayo. “Amatan saya tahun lalu saat ikut rombongan warga Lokop ke Pining, ratusan kenderaan roda dua akan berkompoi melewati medan berat sejauh 40 kilometer lintas Lokop-Pining. Malah di kawasan Pasir Putih, sekitar 20 kilometer dari Lokop, kita harus melintasi sungai tanpa jembatan,” jelas Win Kebet.

Beruntung jika air sungai sedang susut, maka kita dapat mengenderai sepeda motor. Jika air sedang pasang maka kita harus rela sepeda motor yang menunggangi kita, kata Win Kebet sambil tertawa.

Ditanya terkait suasana acara silaturrahmi tersebut, menurut Win Kebet yang merupakan pria asal Takengon Aceh Tengah ini. Ratusan warga yang berkunjung akan dijamu dirumah-rumah warga dengan gratis, baik tidur maupun makan merupakan tanggung jawab tuan rumah.

“Semuanya berjalan penuh kekeluargaan. Dan sebagai imbalan atas budi baik tuan rumah, biasanya tamu yang berkunjung membawa oleh-oleh berupa hasil bumi. Bagi kalangan pemuda yang datang, biasanya ambil kesempatan untuk melirik gadis-gadis tuan rumah dan lazimnya ada yang gayung bersambut berujung ke pernikahan, tandas Win Kebet.

Atas kegiatan tersebut, Win Kebet dan Rahmat, berharap dapat menjadi persiapan bagi Gayo Lokop dan Pining untuk mengikuti penyelenggaraan Konferensi Aliansi Gayo Sedunia tahun 2010 mendatang di Takengon.

Dan untuk itu, diharapkan para penggagas konferensi  dapat hadir ke Lokop sekaligus bertemu dengan tokoh sejarah Lokop, Tgk. Nyak Syah yang sudah menyiapkan sejumlah bahan-bahan yang akan dibawa ke konferensi Gayo 2010. [003]  







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close