Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan jajaran penegak hukum, termasuk kepolisian, untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Aceh. Pasalnya, semua gangguan Kamtibmas di Serambi Mekkah pada akhir-akhir ini berkaitan erat dengan penyelenggaraan pemilu kepala daerah yang dilangsungkan pada pertengahan Februari mendatang.
"Setelah puluhan tahun (rakyat Aceh) berada dalam keadaan tidak baik. Sekarang, situasi sudah lebih baik setelah melewati proses perdamaian. Jangan sampai situasi di Aceh mundur kembali karena ambisi politik tertentu," kata Presiden ketika membuka Rapat Pimpinan Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/1).
Kepala Negara meminta jajaran pemerintahan, termasuk pimpinan Polri, untuk melakukan komunikasi yang baik dengan rakyat Aceh. Pada kesempatan itu, Presiden mengatakan, kinerja Polri saat ini terus mendapatkan sorotan dari publik dan media massa.
Kepala Negara juga mengatakan, saat ini masyarakat dan media massa mengkritik penanganan dan penyelesaian kasus yang kurang transparan. Presiden juga mengemukakan adanya kesalahan teknis di lapangan terkait penanganan kasus sehingga hal ini menunjukkan sikap ketidakprofesionalan beberapa anggota Polri. []
(kompas.com)