
Banda Aceh- Tiga dari delapan lembaga pemantau Pemilukada Aceh yang akan diselenggarakan pada 16 Februari 2012 mendatang belum mendapatkan akreditasi dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Ketiga lembaga tersebut yakni Aceh Institute, Forum LSM Aceh, dan Asian Network for Free and Fair Election (ANFFREL) yang berbasis di Bangkok, Thailand.
“Sebenarnya lembaga ini sudah lengkap persyaratannya, hanya saja mereka belum melakukan daftar ulang,” ujar Ketua Kelompok Kerja Pemantau KIP Aceh, Yarwin Adi Dharma pada The Globe Journal, Rabu (4/1).
Pendaftaran untuk lembaga pemantau ini akan dibuka hingga tanggal 16 Januari 2012. Sedangkan untuk ketiga lembaga yang sudah mendaftar tersebut, pihaknya akan menunggu lembaga tersebut mendaftar ulang supaya bisa segera mengeluarkan akreditasi dan kartu anggota resmi. “Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 16, setelah itu kita tidak terima lagi pendaftaran,” ujarnya.
Dia mengatakan dari kelima lembaga yang telah mendapat akreditasi tersebut, Aceh Future telah melakukan pemantauan awal terhadap tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi Aceh tersebut. Pemantauan tersebut dilakukan dari sepanjang pantai Barat Selatan yaitu dari Banda Aceh hingga Aceh Singkil, dan hasil pemantauan awal tersebut sudah dilaporkan kepada KIP Aceh.
“Menurut hasil pemantauan mereka, sosialisasi dari KIP kurang. Hal itu wajar karena sudah ada empat kali perubahan pemilukada, jadi kita tidak melakukan sosialisasi pada waktu itu karena takut jadwal akan berubah lagi,” jelas Yarwin.
Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena jadwal pencoblosan sudah ditetapkan dan sudah final tanpa ada perubahan lagi.
“Sekarang sudah saatnya kita gencar sosialisasi. Menyampaikan visi misi calon kepada masyarakat. Karena bagaimanapun kita adalah penghubung para calon dengan masyarakat,” tuturnya. [Yul]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas