THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Politik»Siapakah Yang Paling Cocok Menjabat Gubernur Aceh ?


Siapakah Yang Paling Cocok Menjabat Gubernur Aceh ?
Nurul Fajri | The Globe Journal
Rabu, 01 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Masa jabatan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar yang akan berakhir tanggal 8 Februari mendatang membuat DPRA mengusulkan tiga nama yang nantinya akan menjadi Pj Gubernur Aceh. Ketiga nama yang diusulkan tersebut adalah Mantan Bupati Aceh Utara, Tarmizi A Karim, Dirjen Otda Djohermansyah, dan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Bachtiar Aly.

Sosiolog Aceh, Otto Syamsuddin Ishak pada The Globe Journal, Rabu (1/2) mengatakan bahwa dari tiga nama yang diusulkan oleh DPRA kepada Presiden RI, ada dua nama yang menurutnya pantas untuk menjadi Pj Gubernur Aceh.

“Dari segi kepribadian, ketiga-tiganya sama baiknya. Namun kalau dari segi akses politik, itu Tarmizi dengan Djohermansyah, karena Backtiar Aly itu mantan duta besar, jadi dia bukan bagian struktural dari birokrasi pemerintahan yang berkenaan langsung dengan pemerintahan,” ujarnya.

Berbeda dengan Pemilukada tahun 2006 lalu, konflik Pemilukada yang terjadi sekarang menurut Otto adalah antar kelompok politik yaitu Irwandi Yusuf dengan Zaini-Muzakkir Manaf yang naik  dari partai politik. Sehingga menurutnya yang menjadi pj gubernur nantinya adalah orang yang terlibat langsung dalam penyelesaian konflik Pemilukada Aceh.

“Yang punya akses struktural langsung adalah Djohermansyah dan Tarmizi Karim. Antara dua orang ini yang penting adalah orang yang terlibat dalam penyelesaian dan penanganan konflik pilkada ini. Jadi dia mengerti bagaimana rumusan permasalahan sehingga tidak menjadi penjabat keledai, pejabat yang jatuh di lubang yang sama,” papar Otto.

 Jika dibandingkan antara Djohermansyah dan Tarmizi Karim, Otto sendiri berpendapat Dirjen Otda tersebut lebih pantas menjabat sebagai Pj Gubernur Aceh yang nantinya akan dilantik tanggal 7 Februari 2012. Selain bukan berdarah Aceh, Djohermansyah sendiri adalah orang yang terlibat langsung dalam penyelesaian konflik pemilukada yang terjadi di Aceh.

“Kalau saya Djohermansyah. Djohermansyah punya dua kelebihan dibandingkan Tarmizi. Pertama dia terlibat di dalam penyelesaian konflik pilkada, kedua dia bukan orang Aceh sehingga dia tidak punya interest dalam konteks sisi Pilkada itu. Lebih independen,” jelas Otto.

Otto mengatakan bahwa tugas dari Pj Gubernur itu sendiri adalah menyelenggarakan Pemilukada Aceh sesuai aturan yang telah ada. Selain itu juga menjaga kebijakan politik agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan salah satu pihak yang ikut menjadi kontestan dalam pemilukada itu sendiri.

Ini Profil Calon Pj Gubernur Aceh

Prof.Dr.H.Djohermansyah Djohan, MA dilahirkan di Padang tanggal 21 Desember 1954.  Jenjang pendidikan yang ditempuhnya antara lain APDN di Bukit Tinggi dengan gelar BA, lalu melanjutkan kuliah di IIP jurusan politik di Jakarta. Setelah itu, dia melanjutkan kuliah di University of Hawaii di Honolulu, Amerika Serikat, dan lulus dengan gelar MA dalam bidang Political Science. Lulusan Universitas Padjajaran dengan gelar Dr di bidang Ilmu Administrasi Negara ini sekarang menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.

Djohermansyah sendiri sudah berkecimpung di bidang pemerintahan semenjak tahun 1978 dengan mengepalai seksi perekonomian desa subdit PMD kantor Walikotamadya KDH Tk.II Padang Panjang, Sumatera Barat. Suami dari Dra. Hj. Yannidiarti ini juga pernah menjadi Kepala Biro Humas Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun 1999.  Tahun 2000-2001, Djohermansyah diangkan sebagai Staf Khusus pada Kantor Menteri Negara Otonomi Daerah. Ayah dari dua anak tersebut terakhir kali menjabat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden RI Bidang Politik.

Bachtiar Aly adalah seorang guru besar bidang Komunikasi di Universitas Indonesia.  Bachtiar Aly dilahirkan di Banda Aceh, 21 Desember 1949. Pendidikan Strata 1 ditempuhnya di Universitas Padjajaran, Bandung di bidang pendidikan publistik. Tahun 1980, Ayah dari Noval Herzuno Bachtiar dan Datin Tarina Alysa ini menempuh pendidikan S2 di Jerman dan meraih gelar Magister Atrium. S3 dengan gelar Doktor der Philosophie (Dr. Phil) diraihnya pada tahun 1983. Suami dari R.Indrijati Inawangsih tersebut pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Mesir pada tahun 2002-2005. Tidak hanya itu, Bachtiar juga menjadi penasihat ahli Kapolri.  Bachtiar juga aktif dalam menulis buku di bidang komunikasi antara lain Sejarah Media Massa, Refleksi Media Politik, Pergulatan Pers Profesional, Pers Mandiri Beretika, dan beberapa buku lainnya.

Tarmizi A Karim sekarang bertugas sebagai Kepala Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri. Sebelum itu, pria asal Lhoksukon ini pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Utara dalam masa-masa konflik yang berkepanjangan. Pada 2008, ia sempat menjadi penjabat sementara Gubernur Kalimantan Timur.







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close