Jakarta — Kabar sosok Dahlan Iskan punya kans menjadi bakal calon presiden Indonesia pada Pilpres 2014 mendatang nampaknya bukan isapan jempol belaka. Meski tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, profesionalisme yang ditunjukkan Dahlan membuat SBY kagum dan tak sungkan memberikan peluang itu kepadanya melalui Demokrat. Benarkah dia akan menggantikan SBY?
Wacana pencapresan Dahlan mengemuka menyusul pernyataan Ketua DPP PD Bidang Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP PD, Ulil Abshar Abdalla. Menurut Ulil, Dahlan berpotensi dan punya kapasitas maju pada Pilpres 2014. Tentu saja, Dahlan butuh dukungan partai besar. Itu sebabnya, dalam akun twitternya, Ulil berjanji akan mengusulkan nama Dahlan ke internal PD.
Entah sengaja atau tidak, wacana yang dikembangkan Ulil itu seakan mendapat sokongan Presiden SBY. Senin 2 Januari 2012, di hadapan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), SBY memberikan pujian kepada Dahlan.
"Saya kenal Dahlan Iskan, mungkin saudara tidak. Tapi dengan saya intens sekali. Ketika saya minta tugas selesai minggu depan, ternyata selesai hanya dalam tiga hari. Cepat, bukan 3 minggu," kata SBY yang disambut tepuk tangan hadirin.
Bagi Dahlan, pernyataan SBY justru menjadi tamparan keras. "Bahaya.. bahaya sekali!" Kata-kata ini meluncur dari mulut Dahlan Iskan ketika ditanya soal pencalonan dirinya sebagai presiden. Menteri BUMN itu selalu mengelak menanggapi wacana pencapresan dirinya oleh Partai Demokrat (PD). Katanya, implikasinya bisa macam-macam.
"Pertama saya akan dianggap kerja keras karena punya keinginan politik tertentu. Bahaya kedua, hal itu akan mengganggu saya untuk bekerja keras di Kementerian BUMN. Ini bisa mengganggu keikhlasan saya dalam menjalankan tugas," jelas Dahlan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. ….[]
(Yul-Detik)