Jakarta — Dua partai politik besar di Indonesia yakni Demokrat dan Golkar nampaknya sedang unjuk kekuatan para purnawirawan jenderal untuk memenangkan Pilpres 2014. Golkar sendiri mengklaim sedikitnya Aburizal Abakrie sudah merangkul 20 purnawirawan jenderal sebagai tim suksesnya.
"Kalau yang resmi sih enggak banyak hanya beberapa jenderal, kalau yang nggak resmi ada banyak. Di dewan pertimbangan ada beberapa di dewan pakar ada beberapa, ada juga di kepengurusan yang lain. Ya jumlahnya lebih dari 20 orang jenderal lah," tutur anggota Litbang Golkar, Indra J Piliang, Jum’at (30/12).
Indra mengaku, dirinya pun kenal baik dengan beberapa purnawirawan jenderal tersebut. Salah satunya, adalah Luhut Panjaitan. "Ada beberapa yang dikenal seperti di DPP ada Pak Jasri Marin, di Wantim Pak Luhut Panjaitan, di Dewan Pakar Albert Inkiriwang, ada Sugiono Kadarisman, rata-rata mereka berpengalaman dan punya pengetahuan yang baik," beber Indra.
Menurutnya tim sukses Ical lebih dari siap menghadapi pemilu 2014. Sementara Ical sendiri, dipandangnya cukup santai. "Ya makanya yang terjadi Pak Ical yang didesak, karena yang siap timnya. Dan timnya banyak, ada tim pribadi, ada tim yang punya kantor masing-masing," tandasnya.
Di lain tempat, Wasekjen Demorakt Ramadhan Pohan malah menampik kekuatan para jenderal Golkar tersebut. Menurutnya jenderal yang ada di Demokrat jauh lebih baik dan matang secara politik. “Jenderal ada di semua kekuatan politik. Tidak hanya di Demokrat, Gerindra dan lainnya. Tidak bisa disebut perang antar jenderal tapi hanya perang strategi. Bagaimana pun jendral Partai Demokrat yang paling bagus dan kuat dalam strategi," kata Ramadhan Pohan, saat dimintai komentar seputar puluhan jenderal yang mendukung Aburizal Bakrie sebagai Capres di Pilpres 2014.
Menurut Ramadhan, strategi menarik jenderal purnawirawan TNI ke politik sangat jitu karena banyak juga alumnus TNI yang maju menjadi capres.
"Saya kira bagus saja dan itu strategi yang jitu. Para purnawirawan rata-rata punya kemampuan lebih dalam strategi. Nggak masalah kalau mereka dimanfaatkan karena mereka pandai untuk tidak dieksploitasi begitu saja, ya saling mengeksploitasilah," paparnya.
Ramadhan berpendapat perlu diantisipasi jenderal aktif dalam kancah politik. "Kita baru jadi concern apabila tentara aktif yang berpolitik. Sepanjang purnawirawan monggo saja. Saya kira jenderal itu jumlahnya ribuan dan kalau sudah pensiun semua ramai-ramai terjun di politik ya bagus. Karena sumberdaya purnawirawan itu bagus dan punya manfaat faedah bagi bangsa ini," kata Ramadhan. []
(Yul-Detik)