
Kuala Lumpur - Dalam laporan hari ini, Senin (30-1-2012) StarMetro, koran nasional Malaysia, melakukan investigasi tentang keberadaan pedagang asing di seputaran wilayah Selangor dan Kuala Lumpur, sebagian pedagang ini berasal dari Aceh.
Penduduk Malaysia yang selama ini membuka usaha dan memperkerjakan orang asing seperti dari Indonesia, Bangladesh, Myanmar serta Nepal. Mereka merasa tersaingi oleh mantan pekerja yang membuka usaha sendiri.
Cepat dan Mudah: Salah satu usaha kelontong yang dibuka pekerja asing di Malaysia
Kebanyakan kedai kelontong ini tersebar di wilayah Klang, Shah Alam, Selayang, Rawang, Batu Caves dan Kuala Lumpur, yang menjual makanan, sayuran, furnitur dan minuman keras.
Bahkan ada diantara pedagang yang berasal dari luar Malaysia ini ada yang membuka bisnis cuci mobil.
Saat ini, pedagang lokal asli Malaysia mulai mengeluh karena persaingan yang bertambah ketat.
Warga kota Shah Alam meminta Pemerintah Kota (MBSA) untuk mengambil tindakan terhadap bisnis-bisnis illegal.
Salah seorang warga Malaysia yang menolak menyebutkan namanya mengatakan bahwa daerah tempatnya tinggal dibanjiri oleh orang-orang Aceh, Indonesia.
“Mereka sekarang punya toko kelontong, toko makanan dan bahkan pasar," katanya.
Seorang pengelola toko kelontong asal Aceh menyebutkan bahwa tokonya telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.
Menurut dia, pembeli kebanyakan orang Malaysia dan mereka suka berkunjung ke tokonya.
"Saya telah menjadi bagian dari masyarakat disini, dan banyak orang Indonesia membuka bisnis disini," kata dia.
[001-TheGlobeJournal-StarMetro]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas