SerambiPolitikPaguyuban Masyarakat Jawa-Aceh Kutuk Insiden Penembakan
Paguyuban Masyarakat Jawa-Aceh Kutuk Insiden Penembakan
Rabu, 04 Januari 2012 00:00 WIB
Bener Meriah - Berbagai kasus penembakan yang terjadi di Aceh telah begitu mengkhawatirkan masyarakat luas. Tingginya suhu politik menjelang Pemilukada 2012 tak ayal membuat beberapa kalangan merasa risau. Seperti yang disampaikan oleh Pusat Paguyuban Masyarakat Jawa- Aceh Pusat (PPMJ Aceh Pusat) yang menyatakan sikapnya atas kekerasan yang melanda Aceh kepada The Globe Journal, Rabu (4/1).
Ketua PPMJ Aceh Pusat, M. Samin ZZ, didampingi oleh Sekjen PPMJ Aceh Pusat Prayitno menyatakan ikut bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga Jawa di Aceh. "Semoga Allah SWT menerima hambanya yang tak berdosa,"ujar M. Samin.
PPMJ Aceh Pusat mengutuk keras aksi biadab penembakan pada penutupan tahun 2011 di Banda Aceh, Bireuen dan Aceh Utara yang menewaskan masyarakat Jawa umumnya. PPMJ Aceh Pusat meminta aparat keamanan di Aceh yaitu Polri secepatnya menemukan pelaku. "Kami yakin pihak kepolisian dapat bekerja dengan baik,"ujar M. Samin.
Lebih lanjut PPMJ Aceh Pusat menyesalkan insiden yang terjadi dan mempertanyakan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab kenapa harus masyarakat Jawa selalu jadi korban? Apa demi kepentingan pribadi atau kelompok atau ambisi politik, rakyat yang tak berdosa dikorbankan, dimana sudah hati nurani kita?
"Kami sadar masyarakat Jawa di Aceh merupakan bagian tidak terpisahkan dari rakyat Aceh secara keseluruhan demi menjaga perdamaian abadi di tanah Aceh,"tegasnya kembali.
M. Samin menyampaikan akibat penembakan-penembakan tersebut masyarakat Jawa di Aceh sangat resah dan sangat menyesalkan kepada Pemerintah Aceh yang membiarkan insiden terus terjadi. "Harapan kami apapun dan bagaimanapun situasi politik, Pemerintah Pusat cepat menengahi persoalan-persoalan di Aceh demi perdamaian Aceh dalam kerangka MoU Helsinki, UUPA dan tentunya dibawah naungan NKRI,"jelas M. Samin.
PPMJ Aceh Pusat yakin situasi ini tak terlepas dari politik karena kejadiannya seperti direncanakan dan bersamaan. Menjelang Pemilukada saat ini pasti banyak "KURAWA" (Tokoh dalam pewayangan yang berprilaku jelek dan menghancurkan-red) yang bermain paska perdamaian Mou Helsinki.
PPMJ Aceh Aceh Pusat mengharapkan perdamaian abadi tetap berlangsung di bawah Undang Undang Pemerintahan Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.