Banda Aceh — Komisi Independen Pemilihan (KIP) kota Banda Aceh kemarin, Sabtu (31/12) telah menetapkan nomor urut para kandidat peserta Pemilukada. Pasangan Mawardi-Illiza yang mendapatkan nomor buncit (Nomor 4-red) mengaku tidak kecewa. Bahkan bagi Mawardy Nurdin, nomor empat merupakan angka keramat. Kenapa demikian?
Bagi Mawardy, keramatnya nomor empat lantaran angka itu sudah pernah dikantongi oleh kandidat presiden Indonesia periode 2009/2014, Susilo Bambang Yudhoyono yang ternyata menang dalam Pilpres lalu. "SBY mendapatkan nomor empat juga, dan alhamdulillah SBY menang saat itu. Mudah-mudahan ini menjadi nomor keramat bagi kita,"ujar Mawardi dalam pidato politiknya saat deklarasi pasangan Mawardi - Illiza sebagai calon kepala pemerintahan kota Banda Aceh periode mendatang, Minggu (1/1) di Banda Aceh.
Kemenangan yang dicapai SBY-Boediono di Aceh melampaui target Partai Demokrat yakni 90 persen dari keseluruhan suara sah saat itu. Akan halnya nomor yang dianggap keramat itu, harapan Mawardy tak mesti harus mencapai 90 persen suara masyarakat Banda Aceh dalam prosesi Pemilukada nanti. Targetnya hanya meraih 75 persen suara saja.
Di lain sisi, untuk Pemilukada kali ini pasangan Mawardi —Illiza memilih motto "Visioner dan Teruji" . Pemilihan visi ini jelas Mawardy merujuk pada klaimnya yang mengaku sudah melakukan berbagai perubahan mendasar di Banda Aceh. Sementara pada Pilkada lalu, pasangan incumbent ini mengusung motto "Khatimul ummah" yang tak lain berarti setia menemani masyarakat kota Banda Aceh.
Dalam kesempatan yang sama, ketua tim pemenangan pasangan Mawardi-Illiza, Arif Fadhillah menambahkan, kepemimpinan Mawardi telah mewujudkan Banda Aceh menjadi kota Islami. Arif juga mengklaim di tangan Mawardy-Illiza, Banda Aceh sudah menjadi kota yang lebih maju.
"Selama pak Mawardi meminpin, banyak programmnya diakui pemerintah pusat, dan pak Mawardi juga tidak lupa dengan adat budaya orang Aceh," pungkas Arif saat deklarasi berlangsung. [Yul]