
Jantho - Dua kepala desa (Keuchik) di Kabupaten Aceh Besar, Minggu (29/1), mendeklarasikan diri maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) 2012.
Khairul Huda, Keuchik Blang Krueng dan Mahya Zakuan, Keuchik Lampanah Tunong, memutuskan untuk maju sebagai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2012 — 2017 mendatang.

Mereka beberapa waktu lalu, sudah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar. “Kita ingin membuktikan Keuchik juga mampu membangun daerah,” kata Khairul Huda.
Pasangan ini mengatakan, alasan keduanya maju dalam Pemilukada, karena menilai banyak program pemerintah ditataran pemerintahan paling bawah yaitu gampong tidak berjalan maksimal.
Maka berangkat dari pengalaman mereka yang kini masih menjabat sebagai Keuchik, keduanya menegaskan ingin mewujudkan Gampong mandiri di Aceh Besar,”kita punya harapan agar gampong beserta perangkat — perangkatnya diberikan peran yang lebih besar,” tegasnya.
Mereka menyadari bahwa saat ini pemerintah pusat sedang menggodok Rancangan Undang-Undang tentang desa.namun pada kenyataannya tidak kunjung terwujud, demikian juga halnya dengan qanun mukim dan gampong.
Lambannya respon pemerintah mengindikasikan Gampong (Desa) yang merupakan organisasi pemerintahan terendah yang berada di bawah Mukim dalam struktur organisasi pemerintahan Provinsi Aceh, terkesan dianaktirikan.
Maka kedepan, perlu diterbitkan peraturan bupati yang pro terhadap Gampong dan itu yang mereka rencanakan jika diberikan amanah oleh masyarakat Aceh Besar.
Kartu Nama Berpesan Mandi Junub
Deklarasi pasangan ini turut dihadiri oleh pasangan cagub/cawagub Aceh Prof Dr Darni Daud dan Dr Ahmad Fauzi. Bahkan, Darni Daud juga diberi waktu untuk menyampaikan orasi politik. Menurut Khairul, sebenarnya mereka juga mengundang semua cagub/cawagub hadir dalam deklarasi mereka, namuan hanya Prof Dr Darni Daud dan Dr Ahmad Fauzi yang memenuhi undangan.
Pada kesempatan itu, Khairul Huda yang juga penghulu di KUA Darussalam, Aceh Besar, membagikan kartu nama melalui timses. Uniknya, di belakang kartu nama pasangan nomor empat ini tercatat niat mandi wajib (junub) dilengkapi terjemahannya.
“Kalau pun nanti tidak menang, kami sudah berdakwah lewat kartu nama itu. Saya yakin, mungkin sekarang Prof Dr Darni Daud saja sudah lupa niat mandi junub,” ucap Khairul Huda dalam pidatonya disambut tawa pengunjung, tak terkecuali Darni Daud.
[001-JPPN-Serambi-KIPAcehBesar]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas