Banda Aceh — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf masih kecewa dengan kontrak politik yang dibuat Dirjen Otda Johermansyah terkait penundaan Pemilukada, untuk menampung aspirasi Partai Aceh. Kepada Tim Komisi III DPR RI, dia mempertanyakan jika Pemilukada ditunda, siapa bakal menjamin Aceh tetap aman.
“Siapa yang bisa menjamin keamanan Aceh kalau Pemilukada ditunda,” tanya Irwandi kecewa.
Penundaan Pemilukada Aceh sambungnya tidak hanya memberatkan pelaksana pemilu seperti Komisi Independen Pemilihan (KIP). Lebih daripada itu, penundaan Pemilukada juga merugikan banyak pihak. Bagaimana dengan nasib ratusan kandidat yang sedang menunggu Pemilukada tepat waktu. Semestinya Dirjen Otda tak hanya mempertimbangkan kepentingan segelintir orang.
“Ini harus dipertimbangkan yang sudah menghabiskan dana ektra. Seharusnya jadwal 24 Desember 2011 jangan digeser lagi. Ini menurut saya merugikan saya,”tegas Irwandi.
“Apa motivasi mereka saya tidak tahu, ketika saya tanya jawaban gak jelas,” pungkasnya lagi.
Kerugian Irwandi sebagai salah satu kandidat Pemilukada jelasnya sangat besar. Dia mengaku berhutang banyak kepada sejumlah pihak untuk membangun kantor tim suksesnya di seluruh Aceh. Sedikitnya dalam sebulan hampir satu milliar dana harus dikeluarkan.
“Ini sungguh merugikan saya dalam bidang keuangan. Sekarang sudah banyak utang saya, yang nantinya akan dibayar oleh kawan-kawan juga,”tukasnya. [Yul]