Jakarta — Partai Demokrat yang dibinai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan retak di internal. Banyak kader yang berupaya saling menjatuhkan demi mendapatkan simpati SBY. Berang dengan hal itu, Ketua Divisi Kominfo Partai Demokrat Ruhut Sitompul ancam akan keluar dari partai itu.
"Sebenarnya banyak yang berebut simpati Pak SBY. Tapi baru mereka tahu aku ada kedekatan emosional sama Pak SBY baru mereka sadar," tutur Ruhut.
Gara-gara rebutan simpati SBY, akhirnya banyak yang saling menyudutkan. Ruhut pun merasa sering disudutkan oleh oknum di internal PD.
"Nggak ada kubu-kubu di intenal PD. Kalau ada yang menyudutkan kita ya kita hormati. Bagi saya, aku loyalnya sama-sama Pak SBY. Kepada partai otomatis karena dia pendiri partai," tutur Ruhut.
Salah satu yang dianggapnya kurang senang sama dia adalah Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin. Meski perlahan dia mulai berdamai. "Pada beberapa orang itu aku tidak akan loyal. Mereka menyudutkanku. Satu contohnya Amir Syamsuddin awalnya dia underestimate sama aku. Tapi dia sudah kubela habis kemarin di Komisi III DPR, sekarang dia sayang sama aku," tutur Ruhut.
Sebelumnya diberitakan Ruhut merasa disudutkan di internal PD. Ia pun bisa keluar dari PD kalau ia terus dianggap sebagai batu ganjalan bagi karir sejumlah elit PD.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Sutan Bhatoegana berharap Ruhut Sitompul tetap berada di Partai Demokrat. Alasannya, Ruhut dianggap paling berperan untuk memainkan ritme situasi politik.
"Kalau partai diserang-serang terus, butuh orang seperti Ruhut, ada saatnya muncul, ada masanya disimpan. Dia selalu di depan kalau Demokrat diserang," kata Sutan saat dihubungi wartawan, Selasa (20/12).
Menurut Sutan, Ruhut memiliki gaya politik yang dinamis. "Bicara blak-blakan sambil diselingi candaan, kita butuh yang seperti itu. Dia ibaratnya jadi penyerang striker, tapi kan tetap harus kembali ke fitrahnya menjadi politisi, bersih dan santun," sambungnya. []
(Yul-Detik-Oke Zone)