SerambiPolitikHMI Aceh Besar Tuding Polisi Seperti Bencong
HMI Aceh Besar Tuding Polisi Seperti Bencong
Jum`at, 06 Januari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh Besar Khairul Ifra dalam siaran persnya menyebutkan polisi sebagai pengayom masyarakat tampak loyo dalam berhadapan dengan penembak misterius bersenjata. Akibat ketidakbecusan polisi bekerja menimbulkan bermacam-macam spekulasi di dalam masyarakat.
Siaran pers ini disampaikan Jumat (6/1) kepada The Globe Journal. Khairul lebih lanjut mengatakan semenjak penembakan warga Bireun 23 Juli 2011 lalu, aksi terus berlanjut sampai saat ini.
"Jelas penegak hukum sangat lemah dalam menangani kasus ini. Akan tetapi kenapa pada saat ada isu terorisme di Aceh, penegak hukum begitu cepat mengambil tindakan? Padahal saat itu satu granat pun belum meletus. Akan tetapi penegak hukum mampu bertindak begitu cepat,"kecamnya.
Menurut mereka polisi sudah seperti seperti bencong, yang hanya berani mengamankan anak punk dan parahnya lagi Menko Polhukan menyebutnya ini adalah akibat adanya kecemburuan sosial, suatu pernyataan yang sangat tidak beralasan.
"Kalau kita melihat sejarah panjang bangsa Aceh, rakyat Aceh begitu bisa menerima dan membantu masyarakat lain, bahkan pada saat-saat genting yakni ketika bangsa Indonesia merdeka, rakyat Aceh rela berkorban untuk orang lain dan nyatanya pada saat ini begitu banyak masyarakat dan suku yang tingggal di Aceh. Intinya rakyatAceh tak pernah merasa cemburu, apalagi timbul kecemburuan sosial,"jelas Khairul.
HMI Aceh Besar mengimbau kepada tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk tidak membuat pernyataan yang membingungkan masyarakat. Serta jangan menghubung-hubungkan suatu kejadian dengan perkara yang lain tanpa bukti dan referensi yang jelas.
Semua elemen masyarakat untuk dapat terus menjaga damai yang telah kita rasakan saat ini, tanpa kedamaian masyarakat Aceh takkan pernah maju dan sejahtera.[rel]