THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Politik»Gubernur Lapor Dirjen Otda Ke SBY


Gubernur Lapor Dirjen Otda Ke SBY
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Jum`at, 30 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh-Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sangat kecewa  terhadap  tindakan gegabah,  tidak  profesional serta mengabaikan prinsip netralitas  yang dilakukan   Djoehermansyah Johan, Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri di Aceh.

Memorandum of Agreement (MoA) atau tepatnya kesepakatan gelap terkait rencana penundaan Pemilukada yang ditandatangani  Joehermansyah dengan Partai Aceh  merupakan tindakan penuh ambisi pribadi sekaligus mengangkangi kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pemilukada Aceh yang dikoordinasikan  melalui  Kemenpolhukam.

Sebagaimana di ketahui, jauh hari Pemerintah Pusat melalui Kemenpolhukam telah mengupayakan untuk menghindari penundaan Pemilukada Aceh, karena penundaan Pemilukada diyakinin  lebih banyak mudarat dari manfaat. Namun  dalam manufer di lapangan , Dirjen Otda terkesan sangat berambisi  mendorong penundaan Pemilukakada.

“Sudah lama kita dengar issu tentang ambisi pribadi Sang Dirjen, tapi selama ini kita tidak percaya.  Kita yakin Pak Joe  seorang profesional, tetapi  dengan beredarnya kesepakatan gelap antara Dirjen Otda dengan PA, kita pun pantas tertanya, Qou Vadis  Pak Dirjen,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melalui Kabag Humas, Usamah El-Madny kepada The Globe Journal, Jumat (30/12).

Terkait dengan sikap dan tindakan  berlebihan Dirjen Otda tersebut, hari ini, Jumat (30/12) Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, melalui SMS telah  melapor seluruh manuver Djoherman ke Presiden, Menkopolhukam dan Menteri Dalam Negeri.  Gubernur meminta Presiden, Menkopolhukam dan Menteri Dalam Negeri  agar melakukan pembinaan  sekaligus  menegur Dirjen Otda  atas tindakan kontraproduktifnya di Aceh yang dikhawatirkan semakin memperkeruh suasana.

Disamping melapor kepada Presiden, Gubernur juga telah menyerahkan  dua versi  dokumen kesepakatan gelap Dirjen Otda kepada Presiden, Menkopolhukam dan Menteri Dalam Negeri. “Dokumen itu satu tulisan tangan dan satu ketikan”.  Gubernur berharap Presiden dan jajarannya tahu terhadap apa yang telah dilakukan Dirjen Otda di Aceh.

Gubernur juga meminta sejumlah pihak di Jakarta, termasuk politisi asal Aceh, untuk membantu menciptakan suasana yang kondusif di Aceh. “Mari kita jaga hati, lidah dan tindakan kita untuk kemaslahatan Aceh”, pinta Gubernur.[003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close