Jakarta — Pasca terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, nama Anas Urbaningrum punya tempat sendiri di hati rakyat Indonesia. Alumnus Badko HMI Pusat ini tidak saja dinilai sekedar tokoh muda yang progressif. Anas merupakan sosok visioner dan dinilai mampu menggantikan kans SBY yang begitu besar.
Ironisnya, skandal indikasi korupsi proyek pembangunan wisma atlet dalam Sea Game lalu memperburuk citra Anas. Lembaga riset Developing Countries Studies Center (DCSC) menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 dengan citra negatif terbesar. Pada saat sama, lembaga itu juga melansir jika Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa sebagai kandidat presiden yang mendapat porsi citra positif paling besar.
Lalu, apakah berdasar hasil survei itu Partai Demokrat akan mengurungkan niat mencalonkan Anas Urbaningrum dalam Pilpres 2014 mendatang? Menurut Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, partainya belum memikirkan siapa yang akan didorong menjadi calon presiden.
"Itu kewenangan Majelis Tinggi Partai. Apalagi kami berkomitmen tahun ini adalah tahun untuk bekerja. Ada tahap untuk bicara capres. Sekarang, kami belum berpikir untuk itu," kata Pasek .
Pasek belum bisa menanggapi hasil survei yang menyebut citra positif Hatta Rajasa akan menjadi catatan bagi Partai Demokrat untuk dicalonkan menjadi presiden pada Pilpres 2014.
Pasek mengaku senang dengan hasil dari berbagai lembaga survei yang banyak dilansir belakangan ini. "Kami senang dengan hasil survei. Itu kan untuk memotret kondisi masyarakat," tandas Pasek.
Kendati begitu, ia menegaskan bahwa hasil survei itu merupakan cerminan yang ada di masyarakat. Persoalannya, apakah cermin itu ideal dan datar, yang menangkap realitas sosial dan aspirasi apa adanya, atau cermin itu cekung alias cembung yang mampu memodifikasi wajah asli seseorang.
"Itu persoalannya. Jadi apakah cermin itu cekung alias cembung atau datar. Silakan rakyat yang menilai," imbuh Pasek.
Dalam survei yang dirilis pada Sabtu 7 Januari 2012 lalu, DCSC menempatkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang sekaligus Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam posisi teratas. Hatta mengalahkan delapan tokoh lain dalam hal porsi pemberitaan di tujuh surat kabar nasional.
Survei tersebut menggunakan teknik pengumpulan dengan mengumpulkan dan menganalisa semua artikel yang ada di tujuh surat kabar nasional tentang sembilan tokoh kandidat capres 2014. Waktu pengumpulan data dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 dengan menggunakan metode analisis isi tematik. Jumlah artikel yang dianalisis dalam rentang waktu itu sebanyak 7.476 artikel. []
(Yul-Viva News)