Banda Aceh — Keinginan pasangan Zaini-Muzakir yang diusung partai Aceh untuk meraih 60 persen suara masyarakat dianggap wajar oleh pengamat politik dan keamanan Aceh Aryos Nivada. Hanya saja, dia menilai sulit bagi PA meraih target 60 persen suara. Pasalnya usai terpilih pada 2009 lalu, kader PA di parlemen minim prestasi.
Masih menurutnya, masyarakat Aceh telah belajar dan memahami realitas politik di Serambi Mekkah. Mereka bisa membaca kinerja PA dan tentunya nilai Aryos sudah membuat penilaian sendiri. “Masyarakat Aceh memiliki penilaian tersendiri,” katanya kepada The Globe Journal, Sabtu (21/1).
Selain itu, Aryos menilai bahwa partai politik yang turut mendukung PA sudah tidak memiliki minat untuk mengembalikan kejayaan dimasa lalu. Kekuatan politik delapan partai politik tersebut kian melemah dinilai dari sisi kepentingan ekonomi dan politiknya. Jelas ini adalah kerugian besar bagi partai tersebut bila mendukung PA.
“Bisa jadi parnas ingin membangun deal kepentingannya jangka panjang sehingga mau mendukung kemenangan PA,” ujarnya.
Apapun itu tandas Aryos, ada atau tidak adanya dukungan partai nasional khususnya yang memperkuat dukungan basis massa takkan lepas dari kepentingan politik parnas sendiri. Karena itu, sah-sah saja PA mengklaim akan meraih 60 persen suara.
“Menurut saya klaim PA sebagai upaya menyatakan kepada lawan politik bahwa mereka masih kuat dan juga menjaga kepercayaan konstituennya,” jelasnya.
“Berbicara kemungkinan pasti ada sekarang masalahnya mewujudkan keingian itu yang sulit. Butuh energi dan perjuangan. Siapa pun kalau bicara kemungkinan pasti ada peluang, tidak hanya PA, parnas atau kandidat perorangan jelas ada,” tambahnya lagi. [Yul]