SerambiPolitikAnak Lhoksukon, Dari Kalimantan Timur Kembali Ke Aceh
Anak Lhoksukon, Dari Kalimantan Timur Kembali Ke Aceh
Nurul Fajri | The Globe Journal
Minggu, 05 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Kini, beberapa media massa menyebut-nyebut Tarmizi A Karim akan ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur sepeninggal Irwandi Yusuf sebelum hasil pemilihan kepala daerah Aceh pada 9 April 2012 dilantik.
“Menurut saya itu pilihan yang tepat. Tarmizi itu tahu tentang Aceh karena dia lama berkarir di Bappeda,” ujar pakar hukum Universitas Syiah Kuala, Mawardi Ismail pada The Globe Journal (5/2).
Tarmizi bukanlah orang asing bagi masyarakat Aceh, terutama masyarakat Aceh Utara. Tidak hanya berkarir di Bappeda Aceh, Pria asal Lhoksukon, Aceh Utara ini tahun 1998 terpilih sebagai Bupati Aceh Utara dan menjabat hingga tahun 2004. Pada tahun 2008, alumnus Fakultas Pertanian Unsyiah ini dipercayakan menjadi Pejabat Gubernur Kalimantan Timur. Sekarang dia tengah menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Diklat Kemendagri.
“Dia pernah menjadi bupati saat konflik. Lalu saat ditarik ke Jakarta dia menjadi Pj Gubernur Kalimantan Timur, dan dia berhasil,” sebutnya.
Pengalaman Tarmizi dibidang pemerintahan juga diakui oleh anggota DPR Aceh, Moharriadi Syafani. Anggota Dewan dari Partai PKS ini pun mengakui bahwa Tarmizi yang lebih paham tentang situasi politik yang tengah terjadi di Aceh, dibandingkan dengan dua nama yang juga diusulkan oleh DPRA yaitu Dirjen Otda Djohermansyah dan Guru Besar UI Bachtiar Aly.
“Dia tahu persoalan kekinian dan suasana politik di Aceh, karena dia yang paling dekat dengan Aceh,” ujar Moharriadi.
Menjadi Pj gubernur, menurut Moharriadi adalah sebuah ujian dan tantangan yang berat. Terlebih dengan kondisi Aceh yang tengah dilanda ‘konflik’ menjelang pesta demokrasi mendatang. “Ini adalah sebuah tantangan yang harus dilewati dengan hati-hati, keberanian dan juga kemauan. Dan ini adalah ujian untuk tarmizi sendiri,” ujarnya.
Saat berakhirnya masa jabatan Irwadi-Nazar pada tanggal 8 Februari mendatang, hanya ada satu tugas yang harus diemban Pj Gubernur Aceh tersebut, yaitu bagaimana menyukseskan Pemilukada yang aman, damai dan kondusif di Aceh.
“Tugas berat yang paling mendesak adalah menyukseskan pemilukada yang bebas intimidasi, jujur, adil, demokrasi, agar tidak ada benih-benih konflik. Itu adalah tugas penting,” ujar Moharriadi.
Selain harus memfokuskan diri dengan urusan pemilukada Aceh, Moharriadi menambahkan bahwa pejabat gubernur juga harus bisa mensukseskan APBA yang baru saja disahkan. Akankah Tarmizi mengulang kembali keberhasilannya sebagai pj Gubernur Aceh nanti?