Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar menegaskan sekarang ini sekolah harus didayahkan bukan dayah yang harus disekolahkan. “Bahkan Negara Indonesia ini juga harus didayahkan,” kata Nazar disambut tepuk tangan dari peserta forum Seminar Pendidikan Menyongsong Masa Depan Dayah, Selasa (03/1) di Aula Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pagi tadi.
Nazar menjelaskan jika sekolah didayahkan maka Islam akan bertahan walaupun mengalami kelemahan. Ini sangat mungkin menjadi metodologi dan perluasan kurikulum termasuk penyesuaian membaca keadaan masa depan. Karena kedepan akan berlaku perdagangan bebas dan perkembangan teknologi informasi yan semakin pesat.
Kemajuan masa depan itu harus bisa dikuasai oleh orang-orang dayah, bagaimana menciptakan manajeman lembaga dayah yang baik dan akan tetap kuat sehingga perannya menjadi penting. “Masa depan adalah sejarah,” kata Nazar. Lembaga dayah adalah lembaga tertua di Aceh dan tidak mampu dibubarkan oleh siapapun.
Masih dikatakan Nazar, badan dayah bukan lembaga bagi-bagi bantuan karena bisa menimbulkan masalah. “Nanti kalau ada yang dekat dengan anggota DPR maka dayah tersebut dapat bantuan, maka saat ini badan dayah persis dibuat seperti Dinas Pendidikan yang dibentuk oleh Pemerintah Aceh bukan untuk main-main politik,” tegas Wakil Gubernur Aceh ini.
Tugasnya adalah membangun dayah dengan pembinaan standar kurikulumnya. Membantu manajemen sehingga nanti dayah tidak perlu menjadi PNS tapi berperan dalam sektor pendidikan. “Di Pulau Jawa, peran dayah atau pesantren pengaruhnya sangat besar,” tandasnya lagi sembari mengatakan manajemen dayah perlu diperbaiki selain menyalurkan bantuan.
Kemudian program kemandirian dayah juga harus diberdayakan. Sehingga tidak bergantungan dengan bantuan dari pemerintah. Kendatipun tahap awal perlu dibantu oleh pemerintah. Nazar menyebutkan misalnya tanah wakaf di seluruh Aceh perlu dilakukan sertifikat.
Paling penting kata Muhammad Nazar adalah revitalisasi peran dayah. Saat ini sudah mulai terjadi karena alumni-alumni dayah sudah ada diberbagai tempat, dengan pola dakwah yang beragam dan tidak hanya di mimbar tapi sudah masuk ke berbagai sektor. Sehingga perlu mendayahkan sekolah-sekolah seperti SD, SMP dan SMA.