Banda Aceh — Aceh butuh pekerja yang memiliki skill. Hal ini bisa ditempuh melalui pendidikan yang merata hingga ke tingkat tinggi dengan orientasi yang benar. Sumber daya manusia (SDM) merupakan kekuatan dan modal pembangunan di seluruh dunia. Sedangkan sumber daya alam modal (SDA) kedua setelah SDM. Dengan skill yang profesional, maka warga tidak menjadi buruh kasar.
“Misalnya Aceh dan Timur Tengah memiliki SDA tetapi kemiskinan dan konflik sering terjadi karena ada pengaruh pendidikan apalagi jika terjadi mis orientasi,” ungkap Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar kepada The Globe Journal, Sabtu (24/12).
Nazar mengingatkan, Allah menaikkan derajat orang-orang berilmu, selain orang-orang beriman yang menjalankan syariat dengan kaffah dan benar. karena itu, Nazar berkeyakinan pendidikan yang merata apalagi hingga ke tingkat tinggi dengan orientasi yang benar, maka bukan hanya mempercepat kesejahteraan, memberi skill mengelola kehidupan tetapi juga memperkuat perdamaian.
“Sejak awal pemerintah Aceh, saya melakukan terobosan program beasiswa yang besar-besaran sejak tahun 2008 untuk investasi jangka panjang bagi pembangunan yang berkelanjutan. Jadi tidak benar ada yang menyatakan kalo Aceh dominan sarjana, maka konflik terus muncul,” ucap Nazar panjang lebar.
Sebelumnya pada 15 Desember lalu di Banda Aceh pada penutupan program STEP Swiss Contact di Aula SMK 1-3 Banda Aceh, Nazar menyatakan bila ingin cepat bekerja masuklah SMK atau Sekolah Kejuruan. Dalam penutupan itu, Nazar tidak menyatakan kalau Aceh banyak sarjana, maka konflik terus terjadi. [003]