THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Siswi Budi Dharma Berhasil Menjuarai Lomba Cerpen Se-Aceh


Siswi Budi Dharma Berhasil Menjuarai Lomba Cerpen Se-Aceh
Herman Pelangi | Kontributor
Sabtu, 11 Juni 2011 00:00 WIB

Banda Aceh - Cerpen “Kemilau Mesjid Raya Baiturrahman” karya Triska Indra Pratiwi, siswi SMP Budi Dharma Banda Aceh akhirnya terpilih sebagai juara I Lomba Cipta Cerpen Pelajar SMP/sederajat tingkat Provinsi Aceh setelah menyisihkan 14 peserta lainnya.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) berlangsung seharian, Jumat, 10 Juni 2011 di Wisma Intan, Banda Aceh. Sedangkan pengumuman pemenang pemenang dibacakan di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, mulai pukul 20.00 WIB.

Dewan juri cerpen sepakat memilih “Kemilau Mesjid Raya Baiturrahman” karya Triska, yang mengalahkan perwakilan dari kabupaten/kota lainnya setelah melihat kesesuaian judul/isi dengan tema yang diinginkan, kreativitas bertutur dan bahasa, isi cerita, dan orisinilitas.

Adapun para dewan juri mewakili dari berbagai unsur. Dari unsur dosen sastra ada Dr. Mohd. Harun, M.Pd., dari unsur pendidikan Denni Iskandar, M.Pd., dan dari unsur sastrawan Herman RN.

Ketua dewan juri, Mohd. Harun, didampingi dua juri lainnya, menyampaikan bahwa “Kemilau Mesjid Raya Baiturrahman” memiliki daya pikat bertutur selayaknya cerpen pada umumnya. “Penulisnya mampu membangun konflik-konflik kecil dalam peristiwa besar melalui karakter tokoh empat orang anak. Ada kocaknya, ada seriusnya, ada pula nyelenehnya,” ujar Harun, yang saat ini tercatat sebagai Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Unsyiah.

Dua cerpen lainnya yang menduduki peringkat II dan III diraih oleh Siti Siefa Azzahra dari SMPS Yapena Lhokseumawe dengan judul cerpen “Mutiara dari Serambi Mekkah” dan “Panglima Tanpa Pangkat” karya Henika Rahmadini dari SMPN Sabang.

“Dengan demikian, Triska berhak maju ke tingkat nasional yang diadakan di Makassar pada 19 Juni 2011 mendatang,” tambah Herman RN.

Menurut cerpenis asal Aceh Selatan ini, kelebihan “Kemilau Mesjid Raya Baiturrahman” mampu mengeksplorasi sejarah Mesjid Raya Baiturrahman dengan mengaitkan konteks kekinian, seperti Banda Aceh Visit Years 2011 dan tsunami.

“Namun, bukan itu saja yang membuat cerpen ini layak jadi pemenang. Karakter tokoh anak kecil yang dibangun oleh penulisnya benar-benar hidup layaknya sebagai anak-anak. Juara dua juga bagus, tapi kehadiran tokoh anak-anak yang dimunculkan dalam cerpen tersebut terlalu dewasa dan alurnya sedikit renggang,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipu cerpen sebagai fiksi, tetap memiliki daya logika, selain etika dan estetika sehingga beberapa unsur tersebut turut jadi penilaian dewan juri.(rel)







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close