THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Rektor USM Tuding Kepala Kopertis Asal Ngomong


Rektor USM Tuding Kepala Kopertis Asal Ngomong
Firman Hidayat | The Globe Journal
Kamis, 23 Juni 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Rektor Universitas Serambi Mekkah (USM), Abdul Gani Asik menuding Kepala Kopertis Wilayah I Medan dan Aceh, Nawawiy Loebis asal ngomong menuduh USM ilegal. “Itu pernyataan yang tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab,” katanya kepada The Globe Journal, Kamis (23/6) saat menghadiri Konreg PDRB-ISE di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Menurut Abdul Gani, Universitas Serambi Mekkah tidak ilegal dan punya izin yang lengkap, bahkan semua fakultas sudah terakreditasi dengan baik. Namun diakuinya juga bahwa yang dianggap ilegal oleh Kopertis Wilayah I adalah untuk program kelas jauh. Abdul Gani mengakuinya bahwa kelas jauh itu ilegal dan itu tunduk dibawah kelola pihak Yayasan USM. “Bukan dibawah dari kelola Universitas,” tukasnya lagi.

Pada tahun 2009 lalu, diakuinya sebelum menjabat sebagai Rektor USM, dirinya pernah melakukan penandatanganan untuk menutup program kelas jauh ini atas nama Yayasan USM. Tapi pada tahun 2010 lalu Ketua Yayasan USM, Sulaiman Shah mencoba melakukan lobi dengan mengubah berita acara kepada pihak Kementerian Pendidikan di Jakarta. Sehingga pertengahan tahun 2010 lalu program kelas jauh itu dibuka lagi dan mendapat banyak teguran dari pihak Kopertis Wilayah I Sumut / Aceh.

Menurut Rektor USM ini, program kelas jauh itu dibuka di banyak daerah. Seingatnya ada di Lhokseumawe dan Kabupaten Siemeulu untuk Fakultas FKIP. Menurut Abdul Gani Asik, informasi terbaru dari pihak Yayasan USM adalah proses izinnya sedang menunggu dari Kementerian Pendidikan di Jakarta.

Namun yang menjadi kendala bahwa dengan dibukanya program kelas jauh ini maka akan menganggu kepentingan Kementrian Pendidikan Jakarta untuk membuka program Universitas Terbuka (UT) di Aceh.
“Kalau ada program kelas jauh, maka UT tidak berjalan di Aceh, asumsinya berlaku untuk seluruh Indonesia, sehingga program kelas jauh harus ditutup,” kata Abdul Gani Asik yang mengaku program UT tersebut sarat kepentingan.

Masalah yang timbul akibat dibukanya kelas jauh dan program Universitas Terbuka ini adalah tidak terkontrolnya ekses dan mutu pendidikan yang baik. Kualitas pendidikannya tidak terjamin dan bisa menimbulkan kejahatan dalam pendidikan seperti jual beli ijazah. Menurut dia sebaiknya program UT tidak perlu dan kelas jauh juga tidak perlu.

Ditegaskan lagi bahwa USM tidak ilegal. “Sebaiknya Kepala Kopertis Wilayah I Sumatera itu mengoreksi lagi pernyataannya itu di media,” kata Abdul Gani Asik.







    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    No Telp. 0651-741 4556
    Ponsel. 0852 619 222 25


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close