Bireuen - Realisasi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di Kabupaten Bireuen belum dapat dilaksanakan. Pasalnya petunjuk Pelaksanaan dan Teknis Dana Alokasi Khusus (Juknis-DAK) Bidang Pendidikan tahun 2011 belum dikeluarkan oleh Mendiknas-RI, padahal sudah memasuki Agustus 2011
Kadis Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs Asnawi, Jumat (5/8) mengatakan, pihaknya masih menunggu adanya juknis untuk pelaksanaan DAK Pendidikan 2011, kalau belum ada juknis yang baku, maka belum dapat dilaksanakan. Ini juga terjadi di seluruh Indonesia.
Dikatakannya lagi, menunggu adanya juknis itu, pihaknya sudah menyusun program yang akan dilakukan dengan terpaksa berpedoman pada juknis tahun lalu. Masalahnya kalaupun sudah disusun rencana kerja. Belum dapat dipastikan nantinya program yang disusun sesuai dengan juknis terbaru. Kewenangan mengeluarkan juknis ada di tingkat pusat yakni Kemendiknas dengan DPR-RI.
"Jadi sangat dilematis sekarang ini, waktu terus berjalan, juknis belum ada. Harusnya DAK pendidikan sudah dilaksanakan," katanya.Karena masalah itu, sebut Asnawi, dalam setiap pertemuan soal DAK Pendidikan baik di tingkat kabupaten/provinsi/pusat. Suasana pertemuan selalu tegang. "Karena nantinya yang merasakan kesulitan bukan di tingkat pusat tetapi di tingkat kabupaten sebagai pelaksana,"ungkapnya.
Kadis Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Bireuen itu, berharap juknis berupa Permendiknas untuk pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan dengan DAK segera dikeluarkan. Sehingga segera dapat dilaksanakan. Dan pada akhirnya pembangunan bermanfaat bagi anak didik untuk meningkatkan mutu pendidikan.