THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»PWI Gagal Latih Wartawan


PWI Gagal Latih Wartawan
Minggu, 20 November 2011 00:00 WIB

Surabaya - Ketua Umum PWI Pusat H Margiono menilai PWI Jawa Timur (Jatim) telah gagal dalam pendidikan dan latihan (diklat) bagi wartawan, karena periode kepemimpinan Dhimam Abror (2007-2011) hampir tidak ada diklat untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.

"Ukuran keberhasilan PWI itu diklat, karena diklat itu bagi media besar mungkin bukan masalah, tapi PWI memiliki 18.000 anggota yang mayoritas perlu peningkatan profesionalisme lewat diklat," katanya di Surabaya, Sabtu.

Ia mengemukakan hal itu dalam konferensi cabang (konfercab) PWI Jatim yang dihadiri 141 dari 205 wartawan se-Jatim yang memiliki hak suara, sedangkan keanggotaan PWI Jatim mencapai 727 orang. Hadir juga mantan Ketua Umum PWI Tarman Azzam.

Kendati PWI Jatim gagal dalam diklat wartawan, katanya, PWI Jatim mampu menjaga independensi.

"Independensi itu juga penting, karena kalau PWI dapat disetir orang lain, maka martabat PWI akan hancur. Boleh saja bekerja sama dengan pemerintah, swasta, perorangan, atau parpol, tapi jangan sampai di bawah ketiak mereka," katanya.

Menurut dia, belasan ribu anggota yang memiliki wartawan sebagai profesi itu harus ditingkatkan kualitasnya. "Kalau kualitas atau profesinalitas mereka rendah, maka hal itu menjadi cermin rendahnya kita," katanya.

Oleh karena itu, PWI ke depan harus memprioritaskan diklat, sertifikasi lewat uji kompetensi, dan sekolah jurnalisme, karena profesionalisme merupakan pertaruhan wartawan di masa depan.

"Untuk pertaruhan itu, PWI meratifikasi empat peraturan dasar yakni standar perusahaan, standar kesejahteran dan perlindungan, standar kompetensi, dan standr kode etik jurnalistik (KEJ)," katanya.

Keempat standar itu, katanya, akan dilaksanakan mulai tahun 2012.

"Nanti akan kita umumkan perusahaan mana yang sudah memenuhi standar dan wartawan siapa saja yang sudah memenuhi standar kompetensi. Untuk standar kompetensi itu, PWI mengadakan uji kompetensi pada 300-an wartawan," katanya.

Ia mengatakan PWI merupakan salah satu dari empat lembaga sertifikasi untuk wartawan bersama LPDS, ANTARA, dan AJI. "Tapi, kita sudah lebih mengeluarkan sertifikat untuk 300-an wartawan di Tanah Air," katanya.

Menanggapi kritik itu, Ketua (lama) PWI Cabang Jatim H Dhimam Abror Djuraid mengatakan dirinya siap mendukung pengurus baru untuk mengembangkan diklat wartawan di Jatim.

"Itu (diklat) pantas didukung, karena itu akan saya support. Kalau saya gagal dalam diklat, ya itu kesalahan saya. Selama ini, saya melakukan pencerahan wartawan dalam bentuk seminar, FGD (focus grup discussion), safari jurnalistik, serta membentuk dan menghidupkan perwakilan PWI," katanya.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri empat anggota Dewan Kehormatan Daerah PWI Jatim itu, Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur Drs H Akhmad Munir terpilih untuk memimpin PWI Cabang Jawa Timur periode 2011-2016.

[antara]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close