SerambiPendidikanPresiden Tilep Dana Senat, Mahasiswa Geruduk Kantor PEMA
Presiden Tilep Dana Senat, Mahasiswa Geruduk Kantor PEMA
Muhajir Juli I The Globe Journal
Sabtu, 11 Juni 2011 00:00 WIB
Bireuen- Pengurus lembaga mahasiswa internal kampus Universitas Almuslim Bireuen, Sabtu (11/6) sekitar pukul 12.00 WIB melakukan aksi penutupan paksa kantor Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Unimus. Hal ini dipicu oleh penggelapan dana senat kemahasiswaan sebesar Rp 38 juta yang dilakukan oleh oknum presiden kampus yang berinisial S.
Namun aksi tersebut berhasil diredam oleh Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Drs. Syarkawi, M. Ed. Dihadapan mahasiswa dia mengatakan bahwa pihak akademik akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Syarkawi berharap agar mahasiswa dapat mengendalikan emosi, sebab bila cara-cara arogansi dikedepankan, maka permasalahan tidak akan selesai.
Syarkawi juga menambahkan, bahwa si oknum presiden sehari sebelumnya dihadapan beberapa perwakilan mahasiswa dan disaksikan oleh pihak pengelola kampus, sudah menandatangani surat perjanjian pembayaran uang tersebut dalam jangka 15 hari terhitung mulai hari ini (Sabtu). Bila kemudian dia ingkar janji, pihak kampus akan mengambil tindakan tegas terhadapnya.
"Dia sudah menandatangani berita acara pembayaran dana yang disunat itu, selama 15 hari dia harus menyelesaikannya. Bila tidak, akan ada tindakan tegas lainnya terhadap pelaku," ucap Syarkawi dihadapan mahasiswa
Setelah mendengarkan penjelasan Rektor III, mahasiswa satu persatu membubarkan diri dengan tertib. Spanduk yang hendak dibentangkan urung digelar dan kembali dimasukkan kedalam tas.
Agus Muharramuddin (21) salah seorang anggota PEMA, kepada The Globe Journal mengatakan bahwa selama ini sang presiden sangat tertutup dalam hal pengelolaan keuangan. Sehingga mengundang kecurigaan anggota lainnya. Dia juga menambahkan bahwa terkuaknya kecurangan S tersebut berkat penelusuran internal yang dilakukan oleh anggota PEMA.
Agus juga mengakui bahwa si oknum presiden kampus sempat dipukuli dan didorong di kantin kampus. Itu dilakukan pihaknya karena merasa telah dibohongi oleh presiden. Bahkan wakil presiden ikut memberikan "ketupat bangkahulu" kepada sang atasan.
"Kami aku bahwa ada insiden pemukulan, namun itu insidentil, sebab dipicu oleh kekecewaan yang sangat dalam sekali. Banyak kawan-kawan ormawa kampus yang sudah dikejar-kejar hutang kegiatan karena dana senat tak kunjung cair, eh ternyata sudah ditilep oleh dia," sebut Agus geram.
Diakhir pembicaraan, Agus juga mengatakan bahwa dana senat yang hilang bukan hanya itu, kemarin baru saja si Presiden "kehilangan" uang senat Rp 32 juta di bagasi sepeda motor bendahara. "Kami curiga ada apa, sebab si presiden sempat melarang kami melaporkan kejadian tersebut ke polisi,"kata Agus.