Banda Aceh — Jika saya sudah pensiun nanti, program Polisi Saweu Sikula ini harus terus berlanjut kepada siapapun yang menjadi Kapolda Aceh. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan dalam obrolan santai di keude kuphi Ring Road Cafe, Sabtu, (25/6) di Banda Aceh. Didepan ratusan masyarakat yang hadir, mantan Kapolres Aceh Utara ini menyampaikan kebulatan tekadnya membangun bangsa harus dari anak remaja yang masih produktif.
Lanjut Iskandar Hasan, latar belakang dibuatnya program Polisi Saweu Sikula ini adalah banyak kasus-kasus kenakalan remaja usia produktif yang semakin meningkat. Menurut Iskandar, sebanyak 60 persen tahanan yang ada di penjara-penjara di Aceh ini kasusnya narkoba yang melibatkan usia muda yang masih tumbuh.
Kemudian kasus kecelakaan lalu lintas kenderaan roda dua. Angka kematian di Aceh yang meninggal di jalan raya dengan sia-sia itu setiap tahunnya mencapai lebih kurang 1.500 orang. Umumnya korban kecelakaan itu juga anak-anak muda produktif, yang masih belajar dan bekerja meringankan beban orang tuanya. Belum lagi kasus KDRT dan kasus susila yang semakin meningkat di Aceh. “Inilah yang melatarbelakangi kita melakukan program Polisi Saweu Sikula,” tukas Iskandar Hasan.
Ketika ditanya oleh salah seorang guru, Syarifuddin Ibrahim yang juga hadir dalam acara ngobrol bareng Kapolda Aceh di warong kopi itu terkait kekhawatirannya terhadap program Polisi Saweu Sikula ini akan berakhir jika ada pergantian Kapolda di Aceh disambut serius oleh Iskandar Hasan.
Menurutnya siapaun yang menjadi Kapolda di Aceh ini harus melanjutkan program Polisi Saweu Sikula itu. Iskandar Hasan justru menekankan kepada jajarannya agar tiga buah buku yang sudah dicetak itu dikirim ke Mabes Polri dan ke seluruh Polda-Polda di Indonesia. “Menyambut Hari Bhayangkara, 1 Juli nanti, kita akan melakukan lounching ketiga buku itu di SMU I Banda Aceh,dan sekaligus penandatanganan MoU Polisi Saweu Sikula,” ujar Kapolda Aceh itu.
Ketiga buku itu menurutnya adalah buku tentang pemahaman Polisi Saweu Sikula, buku panduan bagi fasilitator bagaimana menyampaikannya kepada anak sekolah dan buku tentang isi materi program tersebut. “Kita harapkan masa depan bangsa ada pada anak-anak remaja yang produktif menjadi lebih baik, ini konsepnya,” kata orang nomor satu di Polda Aceh ini. Kita titipkan pesan kebangsaan kepada anak-anak sekolah cukup empat pilar yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. [003]