
Lhokseumawe — Animo masyarakat terhadap dunia pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ada yang memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk melanjutkan pendidikan.
“Kendala utama di masyarakat saat ini adalah biaya untuk studi itu sendiri,” ujar Azhari, Kepala Bagian Akademik STIE Bumi Persada, salah satu sekolah tinggi swasta yang ada di Lhokseumawe kepada The Globe Journal, Kamis (9/6). “Harus kita akui pada dasarnya masyarakat kita lebih memilih yang Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tapi, sekarang ini yang Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pun tidak kalah saing dengan yang PTN itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut Azhari menegaskan, saat ini pihaknya terus berbenah untuk mengembangkan lembaga pendidikannya, seperti menyediakan tenaga-tenaga pengajar dari Unsyiah, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan USU Medan baik yang tetap maupun yang honorer dan fasilitas lain seperti wifi gratis di lingkungan kampus tersebut.
“Kendala kami saat ini lokasi kampus yang tidak strategis, itu harus kami akui. Ke depan, kami sudah menyiapkan tanah untuk lokasi kampus di kawasan Cunda, Lhokseumawe. Ini masih di dalam proses,” kata Azhari.
STIE Bumi Persada dibuka sejak tahun 2006 dengan jumlah lulusan hingga saat ini mencapai 65 orang. “Kami saat ini masih menunggu proses akreditasi dari Kemendiknas,” tandas Azhari. Saat ini, STIE Bumi Persada Lhokseumawe dalam menjalankan aktifitasnya dengan menggunakan Surat Izin Mendiknas Nomor :136/D/O/2006.
“STIE Bumi Persada ini berada di bawah Yayasan Bina Bumi Persada dengan membuka dua program studi yaitu, prodi Manajemen dan Akuntansi. Mahasiswa kita di sini ada yang berasal dari Bireuen dan Aceh Timur, dan kami di sini biaya kuliahnya bisa dicicil kalau memang mahasiswa yang bersangkutan tidak ada uang. Ini salah satu kemudahan yang kami berikan,” katanya.
Azhari menambahkan, STIE Bumi Persada juga menyediakan bea siswa dari yayasan untuk mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu. “Itu tergantung kondisi keuangan yayasan,” ujar Azhari.
“Kalau perhatian pemerintah terhadap pendidikan itu masih kurang, yang negeri saja masih kurang apalagi yang swasta ini,” tambah Azhari. Ke depan dia berharap pemerintah punya perhatian yang lebih terhadap dunia pendidikan terutama dalam hal pemberian bea siswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.
Kalau tujuan kami, lanjut Azhari untuk menciptakan tenaga-tenaga yang terampil serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang manajemen dan akuntansi, sebagai salah satu upaya untuk mencari kerja disamping sebagai salah satu upaya mencerdaskan bangsa. “Tamat kuliah itukan ujung-ujungnya kerja,” tutup Azhari.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas