THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Pemberitaan di Indonesia Belum Equalibrium Price


Pemberitaan di Indonesia Belum Equalibrium Price
Senin, 19 Desember 2011 00:00 WIB
Depok - Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan perlu terus dikembangkan konsep jurnalisme damai agar pemberitaan tidak menyulut kemarahan masyarakat.

"Jurnalisme damai belum sepenuhnya terjadi tetapi sudah ada perubahan," kata Azyumardi ketika menjadi pembicara dalam acara Seminar yang bertajuk "Media dan Pembangunan Demokrasi di Indonesia" di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) Depok, Senin.

Ia menilai pemberitaan di Indonesia belum terjadi "equalibrium price" atau keseimbangan sehingga sering muncul aksi-aksi anarkis di dalam kehidupan masyarakat.

"Ini bisa dihindari dengan mengedepankan prinsip jurnalisme damai," ujarnya.

Dikatakannya adanya semacam memberi kesempatan kepada para pelaku terorisme untuk menyuarakan kepentingannya di media televisi membuat aksi teror seperti mendapat tempat.

"Saya sempat komplain kepada dua media televisi yang sepertinya mengagungkan terorisme," katanya.

Seharusnya kata dia pemikiran-pemikiran simpatisan terorisme dibatasi dan berikan kepada kelompok moderat.

Menurut dia generasi muda juga perlu diwariskan pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Azyumardi berharap media dapat berperan dalam membangun politik di Indonesia sehingga masyarakat bisa "melek politik" yang dapat mengerti politik, sehingga dalam menentukan partai benar-benar rasional.

Ia juga menyoroti oligopoli terhadap kepemilikan media massa yang pada akhirnya bisa menggiring opini publik di masyarakat karena adanya "selingkuh" antar media massa.

"Kita memang perlu media yang bebas dengan konsep jurnalisme damai untuk bangun keutuhan sosial," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan pers harus mampu membangun budaya malu bagi pelaku korupsi dan juga pelaku tindak kriminalitas.

Sementara itu Kadiv Humas Mabes Polri Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan media mempunyai kekuatan luar biasa untuk mempengaruhi publik.

Untuk itu kata dia diperlukan keseimbangan berita sehingga masyarakat mendapatkan berita yang lengkap. "Media harus konsekuen dengan aturan yang ada berimbang serta jangan memprovokasi," ujarnya. [003]

[antara]








Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close