SerambiPendidikanPelajar Bireuen "Serbu" Warung Internet Usai Sekolah
Pelajar Bireuen "Serbu" Warung Internet Usai Sekolah
Muhajir Juli I The Globe Journal
Jum`at, 27 Mei 2011 00:00 WIB
Bireuen - Banyak pelajar di Kabupaten Bireuen khususnya yang berdekatan dengan warung internet (warnet) menghabiskan hari-harinya setelah pulang sekolah untuk bermain game online di internet. Pantauan The Globe Journal sejak Rabu Kemarin di Kota Matangglumpangdua dan Kota Bireuen banyak siswa dari usia Sekolah Dasar sampai usia SMA menghabiskan waktunya di dunia maya. Para pelajar tersebut asyik bermain perang-perangan melalui game online yang bisa diakses bebas dan mudah.
Bahkan saat seorang anak usia SD di tegur oleh The Globe Journal di salah satu warnet di Kota Matangglumpangdua, si anak langsung menjawab, "Apa urusan anda, pemilik warnet dan mamak saya saja tidak sibuk seperti anda".
Melihat kondisi seperti ini, Dekan FKIP Universitas Almuslim Dra. Zahara M. Pd yang juga salah seorang pengamat bidang pendidikan, kepada The Globe Journal, Jumat (27/5) mengatakan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, namun juga tanggung jawab semua pihak. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu dan sumber daya manusia.
Zahara menghimbau kepada pemilik warnet agar menjadwal waktu-waktu khusus bagi anak-anak usia belajar dalam mengakses internet. para pemilik usaha "online" tersebut diharapkan jangan hanya menitik beratkan pada keuntungan semata, namun juga harus memperhatikan etika sosial dan keberlangsungan generasi Aceh yang cerdas dimasa depan.
"Pemilik warnet jangan hanya mencari untung semata, tanggung jawab sosial dan etika harus dikedepankan agar generasi muda tidak rusak dan lalai dengan terus-terusan mengakses internet tanpa batas waktu, aturlah jadwal bagi mereka tanpa harus melabrak etika. Bukankah pemilik warnet juga bagian dari masyarakat yang juga punya tangung jawab sosial," sebut Zahara
Kepada orang tua, Zahara juga berpesan agar memperhatikan tingkah laku anak-anak mereka. Selama ini banyak orang tua yang asyik menyalahkan guru disekolah bila nilai anaknya menurun, padahal guru hanya salah satu komponen dari sekian komponen yang bisa menyukseskan pendidikan.