
Lhokseumawe — Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Utara menyambut baik wacana Pancasila untuk dijadikan kurikulum tersendiri. Hal itu dianggap perlu karena saat ini banyak sekali yang meninggalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Hal itu ditegaskan A. Siddik, S.Sos, Sekretaris MPD Aceh Utara kepada The Globe Journal di Lhokseumawe, Senin (20/6).
“Dengan adanya kurikulum tersebut, diharapkan semua kita bisa saling menghargai dan menghormati. Hidup saling berdampingan antara satu sama lain,” ujarnya. Menurutnya, prilaku tenaga pendidik atau guru juga harus memberi contoh yang baik untuk peserta didiknya. “Kalau tidak bisa memberi contoh yang baik untuk siswanya ya sama saja,” ungkap A. Siddik.
Saya yakin, lanjutnya, kurikulum ini akan efektif jika dijalankan dengan baik dan bisa menumbuhkan kembali nasionalisme kebangsaan yang saat ini semakin luntur. “Insya Allah, dengan adanya kurikulum tersebut rasa sosial kita sesama manusia akan kembali baik, yang saat ini mulai pudar,” katanya.
Dia berharap, dengan adanya kurikulum tersebut setiap warga negara saling menghargai sesama anak bangsa serta tidak ada kekerasan. “Semua demi masyarakat yang lebih baik,” tutupnya.[003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas