SerambiPendidikanMedia di Aceh Harus Ubah Paradigma Darurat ke Mitigasi
Media di Aceh Harus Ubah Paradigma Darurat ke Mitigasi
Nurul | The Globe Journal
Kamis, 22 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh-Media massa di Indonesi, terutama di Aceh harus mampu mengubah paradigma dari kedaruratan menjadi mitigasi.
"Media harus mampu mengubah paradigma dari kedaruratan ke mitigasi," ujar Eksekutif Produser Seputar Indonesia Siang RCTI, Khoiri Akhmadi, Kamis (22/12) di Banda Aceh.
Dia mengatakan bahwa media sekarang harus mampu memberika pemberitaan, pendidikan, dan mitigasi tentang bencana sebelum bencana itu terjadi.
"Sederhananya lebih baik mencegah dengan memberikan pendidikan sebelum terjadinya bencana," ujarnya.
Khoiri mengatakan bahwa untuk sekarang dan masa yang akan datang, media cetak dalam memberitakan bencana haruslah bersifat mendidik.
"Media harus memberikan pendidikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tsunami," jelasnya.
Akan tetapi, untuk media elektronik seperti televisi, radio, dan media online adalah sebagai media peringatan dini tentang bencana tersebut.
"Media online, TV, dan online adalah media peringatan dini. Dalam hitungan menit, TV wajib memberikan peringatan dini tsunami baik pemberitaan mengenai ancaman tsunami di kawasan tertentu," tutur Khoiri. [003]