THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Mahasiswa Unimus Keluhkan KTM yang Harus Diperpanjang


Mahasiswa Unimus Keluhkan KTM yang Harus Diperpanjang
Muhajir Juli I The Globe Journal
Kamis, 26 Mei 2011 00:00 WIB
Bireuen - Mahasiswa Universitas Almuslim (Unimus) Bireuen mengeluhkan terkait Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang harus diperpanjang setiap tahun. Itupun mereka harus membayar uang pembuatan KTM baru sebesar Rp.10.000 pertahun.

Mujiburrahman (20) salah seorang mahasiswa Unimus kepada The Globe Journal, Kamis (26/5) mengatakan mahasiswa sangat dirugikan dengan kebijakan kampus yang hanya memberlakukan KTM untuk setiap satu tahun, kemudian harus diperpanjang lagi. Sebab selain dinilai tidak efisien, juga tidak layak selembar kertas ukuran KTP yang hanya di print biasa dihargai sebesar Rp.10.000.

"Aneh saya kira. Setiap tahun kami harus memperpanjang KTM, sehingga waktu awal semester mahasiswa tersita waktunya untuk membuat KTM yang manajemen pembuatannya amburadul. Selain itu masak harganya mencapai Rp 10.000," kata Muhibbun.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Amiruddin Hendra (21). Menurut mahasiswa Bahasa Inggris tersebut kebijakan kampus yang mewajibkan mahasiswa membuat KTM setiap tahun sangatlah tidak sesuai dengan motto kampus tersebut yang mengklaim dirinya "unggul, profesional dan Islami".

"Masak dikampus yang mempunyai motto unggul, profesional dan Islami manajemen tidak jelas seperti ini masih dipertahankan," kata Amiruddin bertanya.

Menjawab keluhan mahasiswa, Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unimus Drs. Syarkawi, M.Ed kepada The Globe Journal mengatakan sebenarnya Almuslim bukanlah satu-satunya kampus yang menerapkan model pembuatan KTM mahasiswa setiap satu tahun sekali. Pun demikian, pihak kampus sekarang sedang mengupayakan untuk menghapus pembuatan KTM satu tahun sekali. Pihak kampus sudah sejak tahun 2010 terus membenahi diri untuk menyongsong kampus yang "online" dibidang administari dan manajemen.

Salah satu bentuk komitmen kampus tersebut adalah dengan lahirnya program "SIM Terintegrasi" dimana tidak hanya KTM mahasiswa yang bisa diurus sekali sesuai masa studi, program tersebut juga akan mempermudah melihat KHS, jumlah dosen, mata kuliah, judul buku pustaka, pembayaran SPP online dan lain sebagainya.

Namun demikian, Syarkawi meminta mahasiswa bersabar, sebab program SIM Terintegrasi masih dalam tahap perbaikan, sebab ada beberapa kendala, sehingga belum bisa digunakan.










Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close